Menjelang musim mudik Idulfitri 2026, jutaan masyarakat Indonesia bersiap melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Allianz memberikan beberapa tips agar perjalanan mudik aman dan nyaman.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini. Bus, kereta api, dan pesawat masih menjadi pilihan utama bagi jutaan pemudik. Diprediksi sekitar 23,3 juta orang akan menggunakan bus, 19–20 juta menggunakan kereta api, dan 7–8 juta lainnya menggunakan pesawat.
Sebanyak 76,24 juta orang diperkirakan akan menggunakan mobil pribadi untuk mudik. Fleksibilitas mengatur waktu keberangkatan, rute, dan istirahat menjadi alasan utama pemilihan mobil pribadi.
Persiapan matang menjadi kunci utama agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman. Dengan perencanaan yang baik, pemudik dapat mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi selama perjalanan.
Menurut Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, perencanaan perjalanan yang baik adalah kunci perjalanan mudik aman dan nyaman.
"Perjalanan mudik sering kali melibatkan waktu tempuh yang panjang dan mobilitas tinggi, apalagi bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Karena itu, penting untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan kondisi tubuh tetap fit, menyiapkan bekal perjalanan, hingga memperhatikan kondisi kendaraan yang digunakan, khususnya untuk mobil pribadi," kata Ignatius Hendrawan.
Beberapa hal sederhana yang dapat dipersiapkan sebelum keberangkatan:
- Pilih waktu keberangkatan dengan bijak, hindari jam-jam padat.
- Siapkan daftar barang bawaan sejak awal.
- Jaga kondisi tubuh tetap fit dengan istirahat cukup.
Bagi pemudik yang menggunakan transportasi umum, pastikan tiket dan dokumen perjalanan lengkap sebelum berangkat. Bagi pemudik mobil pribadi, perhatikan jarak aman, batas kecepatan, kondisi lalu lintas, dan kondisi jalan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, meliputi rem, ban, hingga oli mesin. Rencanakan titik istirahat untuk menghindari kelelahan.
Risiko perjalanan tetap dapat terjadi, mulai dari keterlambatan, kecelakaan, kerusakan kendaraan, hingga kondisi darurat medis. Pertimbangkan perlindungan tambahan agar perjalanan terasa lebih tenang.
"Perlindungan dapat membantu memberikan rasa aman tambahan ketika risiko tak terduga terjadi selama perjalanan. Dengan adanya perlindungan yang tepat, masyarakat dapat lebih fokus menikmati momen mudik dan berkumpul bersama keluarga tanpa rasa khawatir," ujar Ignatius Hendrawan.