Saat Ramadan tiba, konsumsi makanan instan cenderung meningkat karena praktis dan cepat disajikan. Namun, penting untuk memilih makanan instan yang tetap sehat dan bergizi.
Quality Assurance Specialist perusahaan Food and Beverage, Erwin Setiawan, menjelaskan bahwa tidak semua makanan instan buruk. Dengan teknologi pengolahan dan pengemasan yang berkembang, banyak produk instan kini lebih aman dan praktis tanpa banyak bahan tambahan.
“Kalau ke supermarket atau ke pasar, harus tahu kira-kira apa yang dibeli. Karena kalau kita enggak tahu, itu jadi enggak gizi seimbang,” ujar Erwin dalam Group Media Interview TikTok bertajuk #SerunyadiTikTok di Jakarta Kamis, 26 Februari 2026.
Ia mencontohkan makanan instan berbasis homemade, seperti rendang siap saji yang dikemas dengan teknologi vakum. Produk semacam ini lebih baik karena tidak memerlukan pengawet kimia.
“Misalnya makanan instan daging homemade, rendang yang hanya di-microwave saja, itu bagus karena memang tidak ada pengawet yang lain. Hanya menggunakan teknologi pengemasan seperti vacuum sealer,” jelas dia.
Teknologi vakum berperan penting dalam memperpanjang masa simpan tanpa tambahan natrium atau gula berlebih. Konsumen juga perlu waspada terhadap kandungan garam dan gula tersembunyi dalam makanan instan.
“Konsumen tetap harus berhati-hati, terutama terhadap produk kalengan atau olahan yang menggunakan metode pengawetan sederhana. Garam dan gula kerap dipakai untuk memperpanjang masa simpan, sehingga kandungannya bisa cukup tinggi," tutur dia.
Sarden kalengan, misalnya, sering menjadi pilihan menu sahur. Erwin mengingatkan agar konsumsinya tidak berlebihan.
“Boleh enggak sih makan sarden setiap hari untuk sahur? Ya boleh-boleh saja makan, tapi seminggu tiga kali aja karena kandungan natriumnya tinggi,” kata dia.
Konsumsi natrium berlebihan dapat menyebabkan rasa haus saat berpuasa dan berisiko terhadap tekanan darah dalam jangka panjang.
Erwin mengingatkan konsumen untuk melakukan kurasi produk sebelum membeli. Langkah sederhana adalah membaca label komposisi dan informasi nilai gizi.
"Perhatikan kandungan protein, serat, gula, dan natrium sebelum memutuskan membeli," kata dia.
Belanja banyak saat Ramadan diperbolehkan, namun kecermatan dalam memilih produk adalah kunci agar kepraktisan tidak mengorbankan kesehatan.
“Dengan kurasi produk yang tepat, makanan instan bisa menjadi solusi praktis tanpa meninggalkan prinsip gizi seimbang,” ujar Erwin.