Psikolog Tara De Thouars Bagikan Tiga Tips Membangun Self Love

Psikolog klinis Tara De Thouars membagikan tips menumbuhkan self love di tengah tantangan media sosial dalam acara Svarna Kartini di Jakarta, Sabtu (25/4).

Psikolog Klinis RSK Jiwa Dharmawangsa, Tara De Thouars, menekankan pentingnya apresiasi diri dalam acara Svarna Kartini: Celebrating Her Voice, Her Power, Her Legacy yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 25 April 2026. Ia menggarisbawahi tantangan besar mencintai diri sendiri di tengah gempuran tren media sosial.

Dilansir dari Medcom, sikap mencintai diri atau self love merupakan bentuk penghargaan positif serta ketertarikan seseorang terhadap nilai pribadinya. Tara menyebut bahwa kebiasaan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di dunia maya sering kali menjadi penghambat utama bagi individu untuk menerima kondisinya secara utuh.

"Tantangan besar karena idealnya kita harus sayang diri sendiri, tapi kadang-kadang melakukan itu tuh susah karena seringkali kita jadi worst enemy diri kita sendiri," ujar Tara De Thouars, Psikolog Klinis RSK Jiwa Dharmawangsa. Ia mengingatkan bahwa self love berbeda dengan narsisme karena lebih fokus pada pemahaman kekuatan dan kelemahan diri.

Guna mengatasi hambatan tersebut, Tara membagikan tiga langkah praktis, dimulai dengan belajar memahami dan berempati terhadap diri sendiri. Ia menjelaskan bahwa kegagalan memenuhi standar sosial tertentu bukanlah sebuah masalah besar karena setiap individu memiliki proses dan alasan yang berbeda-beda.

Langkah kedua melibatkan keberanian untuk mengambil pilihan hidup sendiri tanpa disertai rasa bersalah meski berbeda dari mayoritas. Tara mencontohkan perbedaan jumlah pengikut di media sosial tidak seharusnya menjadi tolok ukur harga diri seseorang selama individu tersebut memahami alasan di balik kondisinya.

Terakhir, pemberian afirmasi positif secara rutin setiap pagi dan malam hari menjadi metode efektif untuk menekan rasa tidak percaya diri. Tara menyarankan agar setiap orang tetap menegaskan nilai keberadaan mereka meskipun sedang berada dalam kondisi merasa tidak aman atau insecure.

Recommended