Tuntun Sekuritas Meluncurkan Fitur AI untuk Membantu Analisis Investor

Tuntun Sekuritas menghadirkan fitur Tuntun AI sebagai asisten berbasis generative AI untuk membantu investor ritel mengambil keputusan rasional.

Tuntun Sekuritas Indonesia resmi memperkenalkan fitur Tuntun AI pada Minggu (19/4/2026) untuk mendampingi investor ritel dalam mengambil keputusan investasi yang lebih rasional. Teknologi asisten berbasis generative AI ini diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi investasi perusahaan guna meminimalkan risiko pengambilan keputusan yang bersifat impulsif.

Integrasi teknologi tersebut bertujuan mengatasi hambatan psikologis investor seperti fenomena fear of missing out (FOMO) dan panic selling. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, fitur ini berfungsi sebagai asisten yang mengolah banjir informasi digital menjadi data yang lebih mudah dipahami oleh pengguna.

Direktur Tuntun Sekuritas, Ricki Juliandi, menjelaskan bahwa fluktuasi pasar bukan merupakan tantangan terbesar bagi investor ritel, melainkan kendali emosi pribadi. Kehadiran kecerdasan buatan ini diposisikan sebagai pendamping analisis data yang tersedia selama 24 jam bagi para nasabah.

"Selama ini, musuh terbesar investor ritel bukanlah fluktuasi pasar, melainkan emosi mereka sendiri. Melalui Tuntun AI, kami tidak sekadar memberikan tools trading atau data mentah, tapi menghadirkan 'otak rasional' yang mendampingi mereka 24 jam penuh di dalam aplikasi dalam mendukung analisa data," ujar Ricki Juliandi dalam keterangannya.

Sistem pendukung keputusan ini menawarkan kemampuan analisis real-time dan pemahaman konteks terhadap pergerakan pasar. Tuntun AI menggabungkan berbagai parameter mulai dari analisis fundamental, teknikal, hingga pemantauan sentimen berita untuk memberikan pandangan menyeluruh kepada pengguna.

Selain analisis saham, fitur ini juga mampu melakukan evaluasi portofolio guna membantu investor memahami komposisi risiko dan identifikasi peluang pada berbagai sektor industri. Seluruh layanan berbasis teknologi canggih ini disediakan oleh perusahaan tanpa mengenakan biaya tambahan kepada investor ritel.

Manajemen Tuntun Sekuritas menegaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam aplikasi ini tetap menempatkan investor sebagai pemegang kendali penuh. Teknologi tersebut hanya berfungsi sebagai alat bantu analisis, sementara keputusan akhir terkait pengelolaan dana sepenuhnya berada di tangan nasabah.

Recommended