Ukraina Tawarkan Pengalaman Hadapi Drone Iran ke AS

Ukraina menawarkan pengalamannya menghadapi drone Iran ke negara lain, termasuk AS, yang menghadapi ancaman serupa.

Ukraina menawarkan untuk berbagi pengalaman berharga dari medan perang terkait drone Iran kepada negara-negara di Timur Tengah yang menghadapi ancaman serupa. Negara-negara tersebut, termasuk Amerika Serikat, telah meminta bantuan Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa negara-negara mitra mencari bantuan Ukraina untuk melindungi diri dari ancaman drone Shahed, berdasarkan keahlian dan tindakan nyata yang telah dilakukan Ukraina.

Ukraina mulai menghadapi ancaman drone Iran pada tahun 2022, ketika Rusia membelinya dari Iran, lebih dari setahun setelah invasi. Rusia meningkatkan penggunaan drone serang selama perang dan mulai memproduksinya sendiri, menurut Mayjen Vadym Skibitskyi, wakil kepala intelijen pertahanan Ukraina.

Pada tahap awal, Rusia meluncurkan sekitar 30 drone Shahed per bulan. Namun, jumlah ini meningkat menjadi ratusan unit. "Jumlah UAV terbesar yang digunakan Rusia pada bulan Juli tahun lalu adalah 802, sangat besar," kata Vadym. Dalam beberapa malam, lebih dari 90 drone diluncurkan sekaligus.

Skibitskyi mencontohkan serangan di mana Rusia meluncurkan 94 drone Shahed. Pasukan Ukraina berhasil mencegat 84, tetapi 10 drone mencapai target. "Itulah pengalaman praktis militer kami dalam mencegat Shahed. Kami punya keahlian untuk mengetahui dari arah mana, kapan, pada jam berapa mereka meluncurkan Shahed, dan ke arah mana drone itu terbang," paparnya.

Pertahanan udara Ukraina mengandalkan koordinasi berlapis, mulai dari tim darat bergerak, rudal antipesawat, hingga peperangan radio-elektronik. "Sistem ini harus bekerja sebagai satu kesatuan yang kompleks, tidak hanya mengandalkan satu jenis saja. Semuanya bekerja bersama-sama," sebutnya, dikutip detikINET dari NY Post.

Pengalaman ini akan dibagikan Ukraina kepada mitranya, yaitu melumpuhkan ancaman drone melalui tiga cara: menggunakan drone pencegat yang meledak di udara di dekat Shahed, mengacaukannya dengan peperangan elektronik (jamming), atau menembak jatuh mereka dari langit.

Zelensky menyoroti betapa sulitnya memberikan perlindungan 100 persen terhadap rudal dan drone 'Shahed', bahkan negara-negara Teluk dengan sistem pertahanan udara yang lebih maju pun masih gagal mencegat setiap rudal balistik dan drone yang diluncurkan.

Zelensky menyerukan kepada Barat untuk meningkatkan produksi sistem pertahanan udara yang memadai, baik untuk melawan drone maupun rudal balistik.

Skibitskyi menegaskan bahwa Ukraina tidak menawarkan mengerahkan pasukan ke luar negeri karena harus menghadapi ancaman harian dari Rusia terhadap Kyiv. Ukraina menawarkan untuk berbagi pelajaran yang telah diperoleh di bawah gempuran tanpa henti.

Sebagai imbalan atas jasa Ukraina, Zelensky mengharapkan negara-negara yang mendapat manfaat dari keahlian Ukraina menangkal drone untuk berhenti membantu Rusia menghindari sanksi dan meningkatkan tekanan untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Recommended