Proyek game ambisius Crimson Desert dari Pearl Abyss kini telah tersedia sebagai game single-player, sebuah pendekatan yang berbeda dari game sebelumnya, Black Desert Online. Dengan memanfaatkan BlackSpace Engine, Pearl Abyss berupaya menghadirkan pengalaman Action-RPG open-world yang setara dengan studio besar lainnya, seperti dilansir dari Medcom.
Permainan ini membawa pemain ke benua Pywel, sebuah dunia abad pertengahan yang indah namun sarat konflik. Pemain akan mengendalikan Kliff Macduff, pemimpin kelompok tentara bayaran Greymanes, dalam sebuah alur cerita yang dramatis sejak awal.
Kisah Crimson Desert bermula dengan jebakan berdarah oleh faksi rival, Black Bears, yang dipimpin oleh Myurdin. Setelah dianggap tewas, Kliff bangkit kembali melalui intervensi entitas supernatural misterius dari dimensi The Abyss. Perjalanan Kliff kemudian berfokus pada penyatuan kembali anggota Greymanes yang tercerai-berai dan upaya balas dendam terhadap Myurdin.
Meskipun premis ceritanya menarik, penulisan narasi dalam game ini terkadang terasa kurang mendalam. Kliff sebagai protagonis digambarkan cukup datar, sehingga sulit bagi pemain untuk menjalin ikatan emosional. Alur cerita utama juga sering kali terfragmentasi oleh banyaknya aktivitas sampingan dan elemen high-fantasy dari Abyss yang kurang menyatu secara organik dengan drama politik di Pywel.
Progresi karakter di Crimson Desert tidak menggunakan skema level tradisional. Pemain akan mengumpulkan Abyss Fragments untuk meningkatkan atribut dasar seperti kesehatan dan stamina. Selain itu, ada sistem pohon keterampilan yang terbagi dalam spektrum warna Merah (Ofensif), Hijau (Spirit), dan Biru (Pertahanan) yang dapat dibuka simpul-simpulnya.
Sistem Pertarungan dan Dunia Imersif
Salah satu aspek menonjol dari Crimson Desert adalah sistem pertarungannya yang memuaskan. Pearl Abyss berhasil menciptakan mekanisme tempur yang mendorong pemain untuk bereksperimen dengan kombo senjata tajam, sihir Abyss, dan gerakan gulat profesional seperti dropkick atau grappling. Sistem Axiom Force, yang didapat dari Abyss, berfungsi layaknya grappling hook ajaib untuk eksplorasi vertikal dan manuver tempur cepat.
Setiap bos di game ini menuntut strategi berbeda, mulai dari ksatria hingga monster raksasa seperti naga. Sebagai contoh, saat menghadapi Kearush the Slayer, pemain disarankan untuk memanjat punggungnya guna menimbulkan kerusakan pada titik lemah musuh. Selain Kliff, pemain juga bisa membuka karakter tambahan seperti Damiane dan Oongka yang dapat dipanggil sebagai pendamping AI dalam pertempuran.
Dunia Pywel yang disajikan dengan BlackSpace Engine sangat menakjubkan dan minim layar pemuatan. Pemain dapat menjelajahi berbagai wilayah, dari kota mekanik Deleysia hingga puncak gunung salju, dengan detail visual yang mampu menyaingi mesin grafis papan atas. Detail teknis seperti pencahayaan akurat dan sistem cuaca dinamis, yang memengaruhi gameplay, menambah kesan imersif.
Fitur dan Kekurangan
Pearl Abyss mencoba mengintegrasikan hampir semua mekanik yang umum ada dalam game petualangan modern. Ini termasuk Life Systems seperti menambang, memancing, berburu, hingga memasak di api unggun. Aktivitas memasak makanan yang tepat dapat memberikan buff krusial sebelum menghadapi bos yang sulit, sehingga aktivitas ini bukan sekadar pelengkap.
Meskipun Crimson Desert menawarkan kebebasan eksplorasi dan kedalaman sistem pertarungan yang luar biasa, plot ceritanya memang terasa kurang menggigit. Selain itu, beberapa kontrol yang lumayan rumit juga menjadi catatan. Namun, pihak pengembang telah merilis beberapa patch, termasuk Patch 1.03, untuk menambal kekurangan ini dan meningkatkan kegunaan karakter pendamping.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Platform | PS5, Xbox Series X/S, PC |
| Developer | Pearl Abyss |
| Publisher | Pearl Abyss |
| Tanggal Rilis | 19 Maret 2026 |
| Genre | Action-RPG |