Hyundai Motor Company secara resmi memperkenalkan lini kendaraan listrik terbaru, Ioniq V, dalam ajang bergengsi Auto China 2026 di Beijing pada Selasa, 28 April 2026. Peluncuran ini menandai ekspansi besar pabrikan asal Korea Selatan tersebut dalam memperkuat posisinya di pasar mobil listrik global.
Dilansir dari Medcom, kehadiran Ioniq V merupakan implementasi dari strategi baru bertajuk 'In China, For China, To Global'. Langkah ini bertujuan menjadikan China sebagai pusat inovasi teknologi otomotif sekaligus basis pengembangan untuk pasar internasional.
"Dengan investasi besar ke Beijing Hyundai, 20 model baru dalam lima tahun ke depan, peluncuran resmi brand Ioniq di China, serta debut Ioniq V, ini adalah bab paling ambisius dan menarik yang pernah kami tulis di pasar ini," kata José Muñoz, Presiden dan CEO Hyundai Motor Company.
Ioniq V dirancang menggunakan konsep desain 'The Origin' yang diadaptasi dari konsep VENUS dengan fitur pintu tanpa bingkai dan spion digital. Kendaraan ini memiliki dimensi panjang 4.900 mm dengan jarak sumbu roda mencapai 2.900 mm guna memaksimalkan ruang kabin bagi penumpang.
Pada sektor performa, mobil ini dibekali baterai yang mampu menempuh jarak lebih dari 600 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh berdasarkan standar CLTC. Pabrikan juga menyematkan layar panoramik 27 inci beresolusi 4K dan sistem kecerdasan buatan berbasis Large Language Model (LLM).
Aspek keamanan diperkuat melalui penggunaan sembilan kantong udara (airbag) dan fitur Pedal Misapplication Safety Assist (PMSA) untuk mencegah akselerasi tidak disengaja. Sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) pada unit ini dikembangkan melalui kolaborasi bersama perusahaan teknologi Momenta.
Penerapan chipset Qualcomm Snapdragon 8295 menjadi otak utama di balik Smart AI Assistant yang memungkinkan interaksi suara lebih alami bagi pengguna. Melalui model ini, Hyundai menargetkan percepatan transformasi ekosistem kendaraan listrik melalui lokalisasi produksi yang lebih mendalam di wilayah tersebut.