Umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut kedatangan bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Mei 2026 setelah berakhirnya bulan Dzulqa'dah. Momentum ini menjadi waktu penting bagi umat Islam untuk meningkatkan intensitas ibadah melalui puasa sunnah, zikir, hingga pelaksanaan ibadah haji.
Sebagaimana dilansir dari Medcom, Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan haram atau asyhurul hurum yang dimuliakan dalam ajaran Islam selain Dzulqa’dah, Muharram, dan Rajab. Ketetapan mengenai kemuliaan bulan-bulan ini merujuk pada Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 36 yang melarang umat Muslim melakukan perbuatan zalim selama periode tersebut.
Ibadah pada sepuluh hari pertama bulan ke-12 dalam penanggalan Hijriah ini memiliki keutamaan khusus yang setara bahkan melebihi pahala jihad fi sabilillah. Rasulullah SAW menganjurkan penguatan amalan melalui pembacaan tahlil, takbir, dan tahmid sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
"Tidak ada hari di mana amal saleh di dalamnya sangat dicintai Allah melebihi 10 hari pertama Dzulhijjah," kata Ibnu Abbas RA dalam sebuah riwayat yang menjelaskan tingginya nilai ibadah pada periode tersebut. Hadis ini menegaskan bahwa setiap perbuatan baik yang dilakukan pada awal bulan tersebut mendapatkan posisi istimewa di sisi Tuhan.
Selain zikir, umat Muslim juga disunnahkan untuk melaksanakan puasa pada sembilan hari pertama, khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ibadah ini menjadi rangkaian pembuka sebelum memasuki hari raya Iduladha yang ditandai dengan pelaksanaan salat Id dan penyembelihan hewan kurban.
Penekanan ibadah sunnah ini juga diperkuat dengan anjuran membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW sesuai arahan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Praktik spiritual ini menjadi bagian dari persiapan batin umat Muslim sebelum menyempurnakan rukun Islam kelima di tanah suci bagi yang mampu.
Bulan Dzulhijjah juga dikenal sebagai bulan kegembiraan karena berdekatan dengan momen hari raya besar umat Islam. Berdasarkan riwayat Abu Bakrah RA, pahala amalan pada bulan Ramadhan dan Dzulhijjah tidak akan berkurang bagi mereka yang mengerjakannya dengan ikhlas.