Kreativitas pelaku UMKM terus memunculkan produk-produk unik berbasis budaya lokal. Salah satunya adalah Yummy Craft, sebuah usaha kriya asal Jakarta Selatan, yang mengangkat inspirasi dari kuliner Nusantara.
Berdiri sejak 2022, Yummy Craft mengembangkan produk kriya dengan desain khas yang terinspirasi dari berbagai hidangan Indonesia. Ide ini bermula dari dokumentasi visual hasil hobi memasak dan traveling yang kemudian diolah menjadi motif produk.
Sri Kumala Ambarwati, Founder Yummy Craft, mengatakan bahwa usaha ini berawal dari ketertarikan pribadi yang kemudian berkembang menjadi peluang bisnis.
"Berawal dari hobi masak dan traveling. Saya sering memotret hasil masakan sendiri, lalu foto-foto tersebut saya jadikan desain produk untuk merchandise teman-teman luar negeri yang datang ke Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2026).
Salah satu produk unggulan yang diminati adalah foldable bag atau tas lipat dengan desain kuliner Nusantara. Produk ini menggunakan bahan berkualitas sehingga dapat dicuci tanpa luntur.
Seiring berjalannya waktu, desain yang awalnya dibuat sebagai merchandise berkembang menjadi identitas produk. Yummy Craft menjadikannya sebagai medium untuk memperkenalkan kuliner Indonesia melalui karya kriya.
"Desain yang unik tidak hanya sebagai fashion, tetapi juga sarat edukasi budaya Indonesia," jelasnya.
Selain itu, Yummy Craft terus berinovasi untuk meningkatkan nilai tambah produk, salah satunya melalui pengembangan produk turunan berbasis bahan alami.
"Kami juga mengembangkan produk turunan yang sustainable dengan memanfaatkan daun gebang menjadi produk bernilai tinggi dan berpotensi sebagai komoditas ekspor," tambahnya.
Produk Yummy Craft kini dipasarkan melalui berbagai kanal offline seperti pusat perbelanjaan, toko oleh-oleh, hingga galeri produk kreatif. Pasarnya pun telah menjangkau berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Bandung, bahkan merambah pasar internasional seperti Jepang.
Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam memperluas jangkauan pasar. "Tantangannya adalah rasa percaya diri. Harapan saya bisa terus berkarya dan menjangkau pasar internasional yang lebih luas lagi," ungkapnya.
Dalam pengembangan usaha, Sri juga aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan. Ia bergabung dalam program LinkUMKM BRI yang dikenalnya melalui Rumah BUMN BRI Jakarta untuk memperluas jejaring dan meningkatkan kapasitas usaha.
BRI melalui platform LinkUMKM menyediakan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi UMKM di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, platform ini telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.
Platform tersebut memiliki enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB. Selain itu, tersedia sekitar 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill pelaku usaha.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menilai UMKM kreatif berbasis budaya lokal memiliki peluang besar untuk berkembang. Menurutnya, produk UMKM yang mampu mengangkat budaya lokal dan mempunyai inovasi berpotensi untuk berkembang di pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut, Akhmad mengatakan dengan melalui penguatan kapasitas usaha dan inovasi berkelanjutan, pengusaha UMKM dapat meningkatkan nilai tambah pada produk sekaligus memperluas akses pasar.
"Melalui LinkUMKM, BRI terus mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional," pungkas Akhmad.