Universitas Andalas Kaji Rencana Pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis

Universitas Andalas (UNAND) melakukan kajian mendalam terkait ajakan pemerintah untuk membangun dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampus.

Universitas Andalas (UNAND) di Kota Padang, Sumatra Barat, sedang melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan untuk mendirikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 7 Mei 2026. Analisis komprehensif ini dilakukan guna menyikapi ajakan pemerintah dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Sekretaris UNAND, Aidinil Zetra, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena operasional dapur umum berada di luar kegiatan utama atau core business perguruan tinggi. Pihak kampus perlu memastikan keterlibatan mereka tetap sejalan dengan koridor akademik dan aturan yang berlaku.

"Pertama, universitas tentu harus melakukan analisis yang komprehensif karena ini di luar core bisnisnya universitas," kata Sekretaris UNAND Aidinil Zetra di Kota Padang, dilansir dari Medcom. Penegasan ini merujuk pada tugas pokok kampus dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi sesuai undang-undang.

Kajian tersebut juga bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas distribusi dan ketepatan sasaran bagi penerima manfaat. UNAND menilai sistem implementasi program MBG saat ini masih memerlukan penyempurnaan agar alokasi sumber daya negara benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Meskipun masih dalam tahap pertimbangan, UNAND menyatakan komitmennya untuk mendukung keberhasilan Program MBG. Setelah hasil kajian selesai, manajemen kampus akan menentukan partisipasi mereka dalam membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan universitas.

Langkah kajian ini menyusul tindakan serupa yang dilakukan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang telah resmi menjadi pionir pendirian SPPG di Indonesia. Pendirian unit di Unhas tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong sivitas akademika untuk menjadikan program ini sebagai laboratorium hidup bagi riset dan pengembangan pendidikan. BGN berharap perguruan tinggi dapat memberikan masukan strategis agar pelaksanaan program di lapangan berjalan lebih efektif.

Salah satu kontribusi konkret yang diharapkan pemerintah adalah pelibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa dari rumpun ilmu kesehatan diproyeksikan dapat terjun langsung mengawal aspek pemenuhan gizi masyarakat melalui ekosistem MBG tersebut.

Recommended