UNJ Sediakan Berbagai Jalur Mandiri untuk Perluas Akses Pendidikan

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) resmi membuka jalur mandiri 2026 dengan berbagai kategori mulai dari nilai rapor, UTBK, hingga jalur afirmasi khusus.

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) resmi menyediakan berbagai kategori seleksi jalur mandiri guna memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa baru pada Kamis, 23 April 2026. Langkah ini diambil untuk memberikan peluang bagi calon peserta yang tidak lolos seleksi nasional.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar, menjelaskan bahwa ragam jalur mandiri ini mencakup seleksi berbasis nilai rapor serta hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Selain itu, tersedia pula jalur tes mandiri dengan alokasi kuota yang signifikan.

Dilansir dari Medcom, kuota maksimal untuk jalur tes mandiri tersebut mencapai 50 persen dari total keseluruhan kursi mahasiswa baru di UNJ. Persentase ini memberikan kesempatan lebih besar bagi para pendaftar untuk memperebutkan kursi di universitas tersebut.

"Jalur mandiri kami ada banyak ragamnya," kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar di UNJ. Ia menambahkan bahwa seleksi ini juga mempertimbangkan prestasi akademik maupun non-akademik, termasuk keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan.

Kebijakan inklusi juga diterapkan melalui jalur afirmasi yang menyasar kelompok tertentu, seperti masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain masyarakat sekitar kampus, UNJ memberikan kuota khusus berbasis gender sebagai bentuk keadilan sosial dalam akses pendidikan tinggi.

Pada tahun akademik 2026, UNJ menargetkan total penerimaan mahasiswa sebanyak 9.800 orang dari seluruh jalur seleksi yang tersedia. Angka ini ditetapkan di tengah tren peningkatan minat pendaftar yang membuat persaingan masuk ke perguruan tinggi tersebut semakin kompetitif.

Recommended