UNJ Ungkap Sindikat Fasilitasi Kecurangan Seleksi UTBK SNBT 2026

Wakil Rektor UNJ Ifan Iskandar memaparkan keterlibatan sindikat terorganisir dalam kecurangan UTBK-SNBT 2026 pada Kamis 23 April.

Kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) kembali terdeteksi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Kamis, 23 April 2026. Praktik ilegal ini ditengarai melibatkan sindikat terorganisir yang menawarkan jasa kelulusan kepada calon mahasiswa dan orang tua.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar, menyatakan bahwa fenomena ini dipicu oleh perpaduan antara rendahnya integritas individu dan tawaran fasilitas dari kelompok tertentu. Sebagaimana dilansir dari Medcom, para pelaku menawarkan bantuan teknis untuk menembus sistem seleksi di tingkat kampus.

"Niat curang difasilitasi oleh kelompok tertentu. Ini yang menjadi masalah," ujar Ifan Iskandar, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ di Jakarta, Kamis (23/4). Ia menambahkan bahwa kelompok ini bekerja secara profesional dan sistematis dalam mendekati targetnya.

Menurut Ifan, sindikat tersebut tidak hanya menyasar peserta, tetapi juga mencoba berkoordinasi dengan pihak internal kampus untuk meloloskan peserta melalui sistem. Hal ini menyebabkan penanganan kecurangan menjadi lebih kompleks dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena melibatkan jaringan eksternal yang kuat.

Kurangnya rasa percaya diri dan kejujuran pada diri peserta dinilai menjadi celah masuknya tawaran sindikat tersebut. Oleh karena itu, UNJ menekankan bahwa pengawasan teknis saja tidak cukup untuk memberantas praktik kecurangan yang terus berulang setiap tahunnya.

Sebagai langkah antisipasi, UNJ berkomitmen memperkuat pendidikan karakter bagi para calon mahasiswa guna menumbuhkan integritas sejak dini. Selain itu, diperlukan tindakan hukum yang tegas terhadap sindikat penyedia jasa kecurangan untuk memutus rantai praktik ilegal dalam seleksi nasional tersebut.

Pihak kampus memastikan akan terus meningkatkan pengawasan dan menjaga integritas proses seleksi agar tetap berjalan adil. Saat ini, UNJ tengah melakukan berbagai evaluasi internal untuk membentengi sistem seleksi dari upaya peretasan maupun manipulasi pihak luar.

Recommended