Upbit Indonesia menyelenggarakan rangkaian roadshow edukasi di Solo dan Yogyakarta pada Jumat, 24 April 2026, untuk meningkatkan literasi aset digital di kalangan Generasi Z. Kegiatan ini menjadi bagian dari partisipasi perusahaan dalam menyambut Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026.
Sebagaimana dilansir dari Medcom, inisiatif ini bertujuan membekali investor muda dengan pemahaman risiko yang lebih mendalam di tengah dominasi Gen Z dalam pasar aset kripto nasional. Kolaborasi dilakukan bersama regulator dan asosiasi guna menciptakan ekosistem investasi yang berkelanjutan.
Diskusi pertama bertajuk "Gen Z & Kripto: Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?" dilaksanakan di Universitas Sebelas Maret (UNS). Forum tersebut menyoroti tantangan pengambilan keputusan investasi yang rasional meski akses informasi kini semakin mudah melalui media sosial.
"Di Upbit, kami melihat literasi sebagai fondasi utama agar pengguna tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memahami risiko dan potensi aset kripto secara lebih komprehensif," kata Resna Raniadi, CEO Upbit Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).
Rangkaian edukasi berlanjut ke Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dengan tema pembahasan arah pasar kripto tahun 2026. Para ahli dalam diskusi tersebut menakar potensi pertumbuhan pasar yang didorong oleh adopsi institusional serta faktor volatilitas ekonomi global.
Upbit menekankan bahwa pemahaman fundamental menjadi kunci bagi investor untuk menghadapi berbagai skenario pasar, baik potensi pertumbuhan maupun tren penurunan. Pendekatan bijak diperlukan agar masyarakat melihat aset digital sebagai bagian dari ekosistem keuangan masa depan.
Resna menegaskan bahwa penguatan literasi membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan antara regulator dan pelaku industri. Sinergi ini memastikan masyarakat memiliki pengetahuan yang utuh mengenai cara kerja ekosistem kripto sebelum terjun berinvestasi.