Vida Perkuat Identitas Digital Guna Tangkal Kejahatan Siber Fintech

Vida menekankan pentingnya infrastruktur keamanan identitas digital untuk melindungi ekosistem teknologi finansial dari ancaman siber berbasis AI.

Penyedia identitas digital Vida menekankan pentingnya penguatan sistem keamanan identitas digital untuk menjaga keberlanjutan industri teknologi finansial (fintech) di Asia Tenggara pada Selasa, 28 April 2026. Langkah ini diambil guna menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks.

Dilansir dari Medcom, Founder dan Group CEO Vida, Niki Luhur, menyatakan bahwa pertumbuhan pesat ekonomi digital perlu diimbangi dengan infrastruktur keamanan yang kokoh. Menurutnya, modus penipuan saat ini telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang canggih.

"Pertumbuhan fintech dan ekonomi digital membutuhkan infrastruktur keamanan yang lebih kuat serta ekosistem regulasi yang mampu melindungi konsumen," ujar Niki dalam keterangannya sebagaimana dilaporkan Medcom.

Sistem keamanan berlapis atau multi-layered defense kini menjadi strategi utama yang didorong oleh Vida. Identitas digital dinilai sebagai pondasi kepercayaan pada layanan perbankan digital, pinjaman daring, hingga sistem pembayaran yang mengandalkan verifikasi jarak jauh.

Rangkaian proteksi tersebut meliputi verifikasi biometrik, autentikasi perangkat, serta validasi identitas yang terhubung dengan basis data pemerintah. Penggunaan AI juga dioptimalkan untuk mendeteksi pola penipuan dan anomali data secara langsung atau real-time.

Niki menyoroti bahwa manipulasi perangkat melalui teknologi deepfake dan injeksi data biometrik palsu sering kali menjadi celah keamanan. Ia menegaskan bahwa industri fintech harus menjadikan AI sebagai alat pertahanan utama untuk melawan serangan siber tersebut.

Sebagai solusi konkret, Vida meluncurkan fitur keamanan Beyond Liveness yang mampu mendeteksi ancaman yang tidak terdeteksi sistem konvensional. Teknologi ini mengintegrasikan lima lapisan keamanan, termasuk analisis perilaku perangkat dan pola jaringan dalam satu sistem.

Inovasi ini memiliki waktu respons di bawah 100 milidetik untuk memastikan proses verifikasi tetap cepat bagi pengguna. Penguatan identitas digital diproyeksikan menjadi elemen krusial bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan fintech.

Recommended