Vivo Pangkas Produksi Ponsel Global Akibat Krisis Chip

Vivo mengurangi kapasitas produksi ponsel global hingga 15% pada 2026 akibat krisis chip memori yang meningkatkan biaya produksi.

Tekanan akibat krisis chip memori membuat Vivo mengambil langkah menurunkan kapasitas produksi ponsel globalnya hampir 15% pada 2026. Kondisi ini semakin memperberat biaya produksi smartphone.

Vendor Android lain juga menghadapi masalah serupa. Kenaikan harga komponen, terutama memori, menjadi penyebab utamanya. Industri HP secara umum berada dalam situasi sulit pada awal 2026 akibat krisis chip global.

Krisis memori global menjadi tekanan utama bagi produsen smartphone. Harga DRAM dan NAND terus meningkat karena pasokan yang semakin ketat. Sementara itu, permintaan dari infrastruktur AI menyerap kapasitas yang sebelumnya digunakan untuk perangkat konsumen seperti smartphone. IDC memperkirakan kondisi ini akan berlanjut sepanjang 2026 dan mungkin hingga 2027.

IDC memperkirakan pasar smartphone global akan turun 12,9% pada 2026. Situasi ini disebut sebagai krisis chip memori yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga menekan model bisnis banyak produsen ponsel.

Ruang gerak vendor seperti Vivo menjadi semakin sempit. Kenaikan harga komponen membuat margin tertekan. Produsen harus memilih antara menaikkan harga jual, menyesuaikan spesifikasi, atau menahan volume produksi agar kondisi keuangan tetap terjaga. Pengurangan produksi dianggap sebagai langkah defensif yang masuk akal dalam situasi ini.

Dampak bagi pasar seperti Indonesia dapat berupa kenaikan harga HP dan pilihan model yang lebih terbatas, terutama di segmen yang sensitif terhadap harga. Tren kenaikan harga HP baru pada awal 2026 merupakan imbas dari tekanan chip global yang belum mereda.

Recommended