Kasus Hantavirus di MV Hondius Akibatkan Tiga Korban Jiwa

Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menyebabkan delapan orang terinfeksi dan tiga korban tewas, memicu peringatan darurat level 3 dari CDC.

Sebanyak delapan kasus infeksi hantavirus ditemukan di kapal pesiar MV Hondius dengan laporan tiga korban meninggal dunia hingga Minggu, 10 Mei 2026. Laporan mengenai wabah ini telah diteruskan kepada organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Dilansir dari Detik iNET, otoritas kesehatan kini tengah melakukan pelacakan terhadap potensi persebaran virus tersebut di 12 negara berbeda. Kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions ini dijadwalkan bersandar di Kepulauan Canary, Spanyol, pada hari Minggu ini di tengah protes warga setempat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah menetapkan status tanggap darurat Level 3 untuk wabah ini. Meski ancaman publik dinilai masih rendah, pemantauan ketat dilakukan karena karakteristik virus yang berbahaya.

"Ini adalah virus dengan tingkat kematian 30-40%. Butuh waktu sampai gejalanya muncul," kata dokter Ashish Jha, sebagaimana dilaporkan oleh ABC News. Virus ini diketahui menular melalui kontak dengan sisa pembuangan tikus yang terinfeksi.

Perjalanan MV Hondius bermula pada 1 April 2026 dari Ushuaia, Argentina. Masalah kesehatan mulai terdeteksi setelah sekitar 30 orang yang diduga suspect, termasuk lima warga Amerika Serikat, turun di Pulau St Helena pada 24 April sebelum prosedur pelacakan dimulai.

Munculnya wabah ini memicu pembicaraan luas di media sosial setelah netizen mengaitkannya dengan alur cerita film The X-Files tahun 1998. Dalam film tersebut, terdapat plot mengenai penyelidikan wabah hantavirus yang dihubungkan dengan teori konspirasi.

Potongan klip film tersebut menjadi viral di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Unggahan mengenai kemiripan fiksi dengan realitas ini tercatat mendapatkan lebih dari 125 ribu tanda suka dan ribuan komentar dari pengguna internet.

Petugas kesehatan terus memantau kondisi penumpang yang tersisa dan melakukan sterilisasi area kapal. Hingga saat ini, belum ada laporan penambahan kasus baru sejak kapal melanjutkan pelayaran menuju wilayah Eropa.

Recommended