Wanita di China Raup Miliaran Rupiah dari Budidaya Puluhan Ribu Ular

Seorang wanita di Guangxi, China, menghasilkan Rp 2,5 miliar per tahun dari budidaya 60.000 ular berbisa untuk kebutuhan medis dan penelitian.

Seorang wanita muda asal Guilin, Provinsi Guangxi, China, sukses mengembangkan bisnis budidaya puluhan ribu ular berbisa dengan pendapatan mencapai lebih dari satu juta yuan atau sekitar Rp 2,5 miliar per tahun pada 2026. Sosok bermarga Qin tersebut mengelola peternakan yang menampung sekitar 60.000 ekor reptil untuk kebutuhan medis.

Dilansir dari Detik iNET, Qin memutuskan kembali ke kampung halamannya dua tahun setelah lulus universitas untuk membantu ayahnya mengelola peternakan keluarga. Saat ini, koleksi reptil yang dikelolanya mencakup 50.000 ular jenis five step (viper berbisa) dan hampir 10.000 ekor ular kobra.

Ayah Qin sebelumnya sempat menentang keterlibatan putrinya karena risiko keselamatan yang sangat tinggi di lingkungan kerja tersebut. Namun, keputusan Qin untuk turun tangan diambil setelah beban kerja di peternakan semakin berat dan sulit ditangani sendirian oleh ayahnya.

Operasional peternakan ini fokus pada produksi komoditas kesehatan seperti empedu, minyak, dan daging ular kering untuk bahan pengobatan tradisional. Selain itu, bisa ular yang diekstraksi dari jenis five step menjadi produk unggulan yang dijual untuk kepentingan penelitian medis.

Setiap ekor ular five step mampu menghasilkan bisa sebanyak dua kali dalam satu bulan dengan harga jual berkisar antara 40 hingga 200 yuan per gram. Sementara itu, daging ular dijual dengan harga 200 hingga 300 yuan per ekor, bahkan ular berukuran besar bisa menembus harga 1.000 yuan.

"Ular five step harus diberi makan secara paksa dengan makanan yang sudah disiapkan dan kontak jarak dekat tetap membawa risiko signifikan," kata Qin, pemilik akun Gadis Pengumpul Bisa Ular tersebut. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak merasa takut karena sudah terbiasa dengan keberadaan ular sejak lahir.

Meskipun sudah ahli, Qin tetap memperingatkan bahaya dari gigitan ular jenis viper tersebut yang dapat menimbulkan rasa sakit luar biasa bagi korbannya. Ia menjelaskan bahwa gejala utama setelah terkena gigitan adalah nyeri hebat yang sulit dilupakan seumur hidup oleh siapa pun yang mengalaminya.

Keberhasilan Qin dalam mengelola bisnis berisiko tinggi ini menarik perhatian luas dari warganet di media sosial, di mana ia kini memiliki lebih dari 22.000 pengikut. Banyak pihak mengapresiasi keberaniannya dalam menekuni bidang yang jarang diminati oleh perempuan seusianya demi nilai ekonomi yang besar.

Recommended