Pemerintah berencana mengumumkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan imbauan bagi karyawan swasta pada akhir Maret 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan WFH ini rencananya akan diberlakukan satu hari dalam seminggu.
"Nanti segera, sebelum April," jawab Airlangga singkat saat ditemui wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).
Meski demikian, Airlangga belum bersedia memberikan tanggal pasti pengumuman kebijakan WFH karena harus melaporkan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Kira-kira minggu ini," tegasnya sebelum menuju Istana Kepresidenan.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kebijakan WFH telah disetujui oleh mayoritas kabinet dan hanya menunggu penetapan. Persetujuan ini dicapai dalam rapat koordinasi tingkat kementerian dan lembaga (K/L) yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto.
Tito enggan memberikan detail stimulus ekonomi lain yang akan diberikan pemerintah, dengan alasan akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Tapi saya nggak nyampaikan, sekali lagi karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke bapak presiden," kata Tito.
Menurut Tito, kebijakan yang telah ditetapkan dalam rapat sudah hampir final. Kabinet kini menanti keputusan dari Presiden Prabowo sebelum pengumuman resmi dilakukan.
"Setelah nanti Pak Presiden mengambil keputusan, baru nanti akan diumumkan. Siapa yang ditunjuk untuk mengumumkan, apakah Menko Ekonomi atau Mensesneg, itu saya nggak tahu. Jadi, saya tidak pada kapasitas untuk menjelaskan," papar Tito.