Layanan pesan instan WhatsApp sedang mengembangkan fitur penyimpanan cloud mandiri untuk mencadangkan riwayat percakapan pengguna secara independen mulai Kamis (30/4/2026). Inovasi ini bertujuan memberikan alternatif bagi pengguna agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kapasitas penyimpanan Google Drive atau iCloud.
Dilansir dari Detik iNET, opsi baru tersebut memungkinkan pengguna Android dan iPhone menghemat ruang penyimpanan di akun cloud utama mereka. Selama ini, cadangan chat WhatsApp harus digabung dengan data aplikasi lain sehingga seringkali menghabiskan kuota penyimpanan gratis yang tersedia.
Data yang ditemukan oleh WABetaInfo menunjukkan bahwa pengguna nantinya dapat memilih penyedia cloud yang diinginkan. Pilihan tersebut mencakup layanan standar dari pihak ketiga seperti Google Drive dan iCloud, atau beralih menggunakan infrastruktur cloud milik WhatsApp sendiri.
WhatsApp berencana memberikan ruang penyimpanan gratis sebesar 2GB bagi pengguna yang memilih layanan internal mereka. Meski demikian, belum dipastikan apakah kapasitas cuma-cuma ini berlaku untuk seluruh basis pengguna atau terbatas bagi pelanggan WhatsApp Plus saja.
Aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama dengan kewajiban penerapan enkripsi end-to-end bagi setiap data yang disimpan di server WhatsApp. Pengguna diberikan tiga metode penguncian yang terdiri dari penggunaan passkey, kata sandi tradisional, atau kunci enkripsi sebanyak 64 digit.
Selain opsi gratis, terdapat laporan bahwa WhatsApp akan menyediakan paket penyimpanan tambahan sebesar 50GB. Layanan berlangganan ini diperkirakan memiliki tarif sekitar USD 0,99 per bulan untuk mengakomodasi pengguna dengan file media yang berukuran besar.
Saat ini fitur penyimpanan cloud mandiri tersebut masih berada dalam tahap pengembangan internal oleh pihak WhatsApp. Pengguna yang terdaftar dalam program beta tester akan mendapatkan kesempatan pertama untuk menjajal fitur ini sebelum dirilis secara global ke seluruh publik.