YouTube Luncurkan Teknologi Likeness Detection Pendeteksi Deepfake

YouTube memperkenalkan fitur likeness detection untuk mendeteksi dan menghapus konten deepfake wajah selebriti yang diunggah tanpa izin.

Platform berbagi video YouTube resmi meluncurkan teknologi kecerdasan buatan baru bernama likeness detection pada Rabu (22/4/2026) untuk mendeteksi konten deepfake. Inovasi ini dirancang khusus guna mengidentifikasi penyalahgunaan wajah serta identitas publik figur yang dibuat secara sintetis tanpa persetujuan.

Sistem ini berfungsi memindai seluruh konten yang diunggah ke platform untuk menemukan video yang menggunakan kemiripan fisik seseorang secara ilegal. Dilansir dari Medcom, langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan peredaran konten manipulasi suara dan wajah yang berpotensi menyesatkan publik di internet.

Implementasi teknologi ini memberikan wewenang kepada selebriti atau perwakilan resminya untuk meninjau hasil deteksi sistem. Jika ditemukan pelanggaran privasi atau penggunaan identitas tanpa izin, pihak terkait dapat langsung mengajukan permohonan penghapusan konten melalui mekanisme kebijakan privasi perusahaan.

Meski mempermudah pelaporan, YouTube menegaskan bahwa proses penghapusan tidak terjadi secara otomatis karena setiap permintaan akan ditinjau secara manual sesuai aturan berlaku. Pengguna yang ingin memanfaatkan sistem perlindungan ini diwajibkan menjalani verifikasi identitas resmi, termasuk pengiriman dokumen pemerintah dan video selfie terbaru.

Pihak YouTube mengembangkan sistem deteksi ini dengan mengadopsi struktur teknologi Content ID yang selama ini digunakan untuk memproteksi hak cipta karya musik dan visual. Perbedaannya, fokus utama likeness detection terletak pada perlindungan aset identitas digital dan kemiripan wajah individu di era AI generatif.

Selain aspek keamanan, perusahaan juga mempertimbangkan potensi monetisasi bagi para pemilik identitas di masa depan. Skema ini memungkinkan para figur publik untuk mengontrol penggunaan kemiripan mereka oleh AI secara legal dan mendapatkan keuntungan ekonomi dari lisensi identitas digital tersebut.

Sebelum diperluas ke kalangan industri hiburan, YouTube telah menguji coba fitur ini secara terbatas pada kelompok jurnalis, politisi, dan sejumlah kreator konten. Penguatan sistem keamanan digital ini dianggap mendesak seiring dengan semakin realistisnya kualitas video palsu yang dihasilkan oleh perangkat kecerdasan buatan saat ini.

Recommended