Yusuf Djamal Bina 81 Anak Yatim dan Dhuafa Sejak 1989

Muhammad Yusuf Djamal telah membina 81 anak yatim dan dhuafa melalui LKSA YUSOLI di Jakarta sejak tahun 1989.

Pengabdian tidak selalu berawal dari profesi. Muhammad Yusuf Djamal mendirikan lembaga sosial anak karena hobinya dalam kegiatan sosial sejak muda.

Selama lebih dari tiga dekade, Yusuf Djamal mengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) YUSOLI dan mengasuh puluhan anak yatim serta dhuafa di Jakarta. Anak dhuafa adalah mereka yang masih memiliki keluarga namun berasal dari kondisi ekonomi yang lemah, sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar termasuk pendidikan.

Yusuf mulai aktif di dunia sosial sejak 1984 melalui Karang Taruna. Latar belakang pendidikannya di Fakultas Ilmu Sosial semakin memperkuat minatnya. "Saya bergerak sebetulnya dari hobi. Sosial senang aja," kata Yusuf kepada Medcom.id dalam acara Social Teaching yang diselenggarakan SMAN 34 Jakarta di LKSA YUSOLI Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026.

Praktikum di Panti Asuhan Al-Mubarokah menjadi titik balik yang mendorongnya mendirikan lembaga serupa. Dukungan warga sekitar Lebak Lestari, yang menyaksikan konsistensi Yusuf dalam kegiatan sosial, memotivasinya untuk mendirikan yayasan. LKSA YUSOLI resmi berdiri pada 1989 dengan nama singkatan dari Yayasan Ukhuwah Sosial Lestari.

LKSA YUSOLI beroperasi sebagai lembaga non-panti sesuai Permensos Nomor 30 Tahun 2011, yang memungkinkan penanganan anak-anak tidak hanya yang tinggal di dalam panti, tetapi juga di lingkungan sekitar RT dan RW. "Untuk kependidikan, sementara kita masih dalam rangka bagaimana donatur. Misalnya donatur, Pak Jamal saya menyumbang. Misalnya, nyumbang anak-anak sekolah, ada enggak yang sekolah? Ini Pak, data-data anaknya, sekian anak, silakan," ujar Djamal.

Dengan pengalaman sejak era Orde Baru, Djamal, yang juga koordinator 333 panti asuhan se-DKI Jakarta, berharap pemerintah lebih serius memperhatikan lembaga sosial anak. Menurutnya, kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan sosial di masa lalu lebih terasa nyata dibanding saat ini. "Kalau di zaman dulu, sosial politik itu benar-benar lekat. Kalau sekarang terbalik, politik sosial," kenang dia.

Di bulan Ramadan ini, LKSA YUSOLI kembali mendapat kunjungan dari SMAN 34 Jakarta dalam kegiatan Social Teaching. Yusuf menyambut positif keterlibatan pihak luar, termasuk institusi pendidikan dan media, yang dinilainya berperan dalam memperkenalkan lembaganya kepada masyarakat luas.

Recommended