Zimbra, platform email dan kolaborasi open-source, mengumumkan penunjukan Anthony Chadd sebagai Chief Revenue Officer (CRO) untuk memperluas jangkauan globalnya.
Penunjukan ini selaras dengan fokus perusahaan pada penguatan posisinya di wilayah Asia Pasifik dan EMEA, terutama dalam hal strategi kedaulatan data. Anthony Chadd akan memimpin seluruh operasional pendapatan global Zimbra, termasuk penjualan, kemitraan, pemasaran, dan keberhasilan pelanggan.
Drake Harvey, CEO Zimbra, menyambut baik penunjukan ini. Harvey menyatakan bahwa rekam jejak Chadd dalam mengembangkan tim berprestasi tinggi menjadikannya pemimpin ideal untuk mempercepat momentum pertumbuhan Zimbra.
Harvey menekankan, "Keahlian Chadd dalam membangun ekosistem mitra dan strategi Go-to-Market akan sangat bermanfaat, terutama untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat akan sistem email yang berdaulat data."
Chadd membawa pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mendorong pertumbuhan industri keamanan siber dan SaaS yang kompleks. Sebelumnya, ia menjabat sebagai CRO di Vercara, dan juga merupakan pemimpin senior di Neustar.
Fokus utama Chadd adalah memimpin ekspansi Zimbra ke negara-negara yang memprioritaskan lokasi penyimpanan data. Gartner memperkirakan industri sovereign cloud akan mencapai nilai pasar sebesar USD80 miliar pada tahun 2026, mendukung langkah ini.
Peningkatan persyaratan regulasi di Asia Pasifik dan EMEA mendorong banyak organisasi beralih ke model transparan yang memberikan kendali penuh atas penyimpanan data mereka.
Sebagai informasi, Zimbra didirikan pada tahun 2003 dan telah mendukung ratusan juta sistem email di 127 negara, melayani berbagai sektor seperti badan pemerintahan, lembaga keuangan, universitas, perusahaan, dan penyedia layanan.
Zimbra menawarkan opsi deployment yang fleksibel, baik on-premises, cloud pribadi, atau hybrid, menjadikannya alternatif berisiko rendah yang diandalkan oleh organisasi global.