Abdul Mu’ti Hadiri Bedah Buku Abdul Somad, Bahas Kepemimpinan

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menghadiri bedah buku Ustaz Abdul Somad dan menyampaikan perspektif tentang kepemimpinan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menghadiri acara Bedah Buku "35 Kisah Saat Maut Menjemput" karya Ustaz Abdul Somad di Masjid Kemendikdasmen. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keagamaan dan menciptakan suasana kerja yang religius.

Abdul Mu'ti mengapresiasi kehadiran Ustaz Abdul Somad dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala. Ia menekankan pentingnya kegiatan keagamaan di lingkungan kementerian untuk mendorong insan pendidikan bekerja dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

"Ada benda buku Ustaz Abdul Somad yang tadi sudah kita ikuti bersama-sama. Ini juga bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan literasi, sosial literasi keagamaan dengan masjid sebagai sarananya. Ya, kami berharap agar kegiatan seperti ini nanti bisa terus kita laksanakan secara berkala," ujar Abdul Mu'ti usai acara tersebut, di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Mu'ti berharap para pegawai ASN dapat bekerja dengan baik, beribadah, dan memiliki integritas, sehingga menjauhkan diri dari perilaku korupsi.

Mu'ti menyampaikan bahwa buku Ustaz Abdul Somad sangat inspiratif karena mengingatkan tentang kematian. "Ya saya kira buku ini sangat inspiratif ya, inspiratif karena juga mengingatkan kita akan kematian ya. Dan kematian itu kalau kita baca hadis nabi kan nasihat ya, Kafa bil mauti wa’izhan, cukup lah kematian itu menjadi nasihat," terangnya.

Menurut Mu'ti, buku itu berisi kisah tentang wafatnya orang-orang saleh, terutama kisah Rasulullah menjelang wafat, yang mengingatkan bahwa kehidupan ada batasnya dan kematian bisa datang kapan saja.

Sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, ia menegaskan bahwa kesadaran akan kematian harus mendorong setiap orang untuk berbuat terbaik selama hidup.

Pelajaran dari Sejarah: Kisah Amru bin Ash

Saat ditanya tentang pesan kepemimpinan dari buku tersebut, Abdul Mu'ti mengaitkannya dengan kisah Amru bin Ash, sahabat nabi yang sempat ia singgung. Ia mengingatkan bahwa sehebat apapun seseorang, ada batasnya.

Ia menceritakan bagaimana Amru bin Ash menjadi aktor intelektual dalam dualisme kepemimpinan antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah, yang berdampak hingga kini.

Mendikdasmen menekankan bahwa jabatan dan kehidupan ada batasnya, sehingga seorang pemimpin harus berhati-hati. "Dan ketika dia juga menyadari semua yang dilakukan itu kan, dia sadar bahwa semua ya kepemimpinan jabatan itu ada batasnya, hidup ini ada akhirnya, dan seorang yang sekuat apapun pada akhirnya juga akan kembali ke hadirat Allah SWT. Nah inilah yang saya kira bisa kita pelajari, karena itu maka ya buku ini mengajarkan kita termasuk saya juga agar senantiasa berhati-hati dalam memimpin, sehingga kita ya tidak salah dalam memimpin dan tidak menyalahi berbagai aturan yang berlaku," ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh pegawai kementerian, pengurus masjid, dan undangan lainnya. Ustaz Abdul Somad mengajak hadirin merenungi kisah-kisah menjelang kematian sebagai pengingat untuk selalu istiqamah di jalan kebaikan.

Recommended