Adam Back Bantah Jadi Satoshi Nakamoto di Tengah Spekulasi Identitas Pencipta Bitcoin

Seorang ilmuwan komputer asal Inggris, Adam Back, membantah laporan yang mengklaimnya sebagai Satoshi Nakamoto, pencipta misterius Bitcoin. Ini menambah panjang daftar spekulasi identitas.

Identitas Satoshi Nakamoto, sosok misterius di balik penciptaan Bitcoin, kembali menjadi sorotan setelah sebuah laporan mengklaim telah mengungkap identitas aslinya. Namun, ilmuwan komputer asal Inggris, Adam Back, dengan tegas membantah tudingan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Artikel dari New York Times merinci upaya untuk membongkar teka-teki identitas Satoshi Nakamoto, penulis white paper Bitcoin yang menjadi landasan teoretis mata uang digital modern. Artikel tersebut menyebut Adam Back, seorang ilmuwan komputer dan pengusaha kelahiran London, sebagai kandidat kuat.

Melalui platform X, Back dengan cepat membantah dirinya adalah pakar teknologi yang kemungkinan besar sangat kaya itu. "Saya juga tidak tahu siapa Satoshi dan saya pikir ini justru baik untuk Bitcoin," tulis Back, menekankan bahwa anonimitas tersebut membantu Bitcoin dipandang sebagai kelas aset baru, sebuah komoditas digital yang langka secara matematis.

Kepada BBC, yang dikutip Detik iNET, Back menambahkan, "Saya bukan Satoshi, tetapi saya sejak awal sangat fokus pada implikasi positif kriptografi, privasi online, dan uang elektronik bagi masyarakat." Pernyataan ini mempertegas bantahannya di tengah gelombang spekulasi.

Spekulasi mengenai identitas asli Nakamoto telah berlangsung lama. Sebelumnya, jejak pencarian pernah mengarah pada nama-nama seperti Nick Szabo, ilmuwan komputer Hungaria-Amerika, atau Hal Finney, seorang pengembang perangkat lunak. Kali ini, penyelidikan mengarah pada Back, yang merupakan anggota komunitas kriptografi anarkis online bernama cypherpunks pada awal 1990-an.

Jurnalis John Carreyrou menemukan kesamaan antara Back dan Nakamoto setelah menelusuri unggahan internet lama dan menganalisis kesamaan gaya tulisan publik mereka. Ia juga membandingkan linimasa aktivitas mereka, menyoroti periode vakum Back di forum terkait kriptografi yang bertepatan dengan kemunculan Satoshi. Carreyrou bahkan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membandingkan gaya bahasa keduanya.

Carreyrou lantas mengonfrontasi Back dengan bukti tersebut dalam sebuah konferensi Bitcoin. Ia menggambarkan Back tampak salah tingkah dan wajahnya memerah saat disodori bukti, bahkan terdengar berbicara seolah-olah dirinya adalah Satoshi. "Ia telah menghapus keraguan yang tersisa di benak saya bahwa saya telah menemukan orang yang tepat," tulis Carreyrou.

Menanggapi hal itu, Back berdalih bahwa semua bukti tersebut hanyalah kebetulan. Ia berpendapat bahwa kesimpulan Carreyrou merupakan kombinasi kebetulan dan penggunaan frasa yang mirip di antara orang-orang dengan pengalaman serta minat serupa dalam bidang kriptografi.

Reaksi Komunitas dan Pandangan Ahli

Bantahan Adam Back tidak diterima mentah-mentah oleh semua pihak. Salah satu pemain terkemuka di Polymarket, Domer, membalas unggahan Back dengan menyatakan, "Setelah membaca artikel itu, saya yakin 99% bahwa Anda adalah Satoshi. Tanda-tandanya sangat jelas (tindakan menghilang tiba-tiba itu adalah kesalahan pemula klasik ala mafia/werewolf)."

Namun, beberapa pihak lainnya menunjukkan keraguan. Steven Murdoch, seorang profesor ilmu komputer dari University College London, mengakui adanya beberapa indikasi kuat yang mengarah pada Back, tetapi ia merasa belum ada bukti yang sangat meyakinkan. "Itu bukannya tidak masuk akal, tapi tebakan saya tetap pada Hal Finney," kata Murdoch, merujuk pada fakta bahwa Finney adalah penerima transaksi Bitcoin pertama dari Satoshi.

Recommended