Astra Honda Motor Sinkronkan Kurikulum SMK dengan Kebutuhan Industri

PT Astra Honda Motor (AHM) memperbarui kurikulum SMK binaan guna menyesuaikan perkembangan teknologi otomotif terkini dan kebutuhan tenaga kerja industri.

PT Astra Honda Motor (AHM) memperbarui program vokasi di sekolah menengah kejuruan (SMK) binaan melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri otomotif pada Senin (27/4/2026). Langkah ini bertujuan memastikan para lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.

Dilansir dari Medcom, program ini mencakup pembaruan Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda secara berkala. AHM menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengajaran agar dunia pendidikan dapat beradaptasi dengan inovasi sektor industri yang bergerak cepat.

Ketua Yayasan PT Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin, menjelaskan bahwa teknologi sepeda motor terus mengalami peningkatan pesat. Oleh karena itu, adaptasi kurikulum di sekolah binaan menjadi sebuah keharusan untuk menjaga daya saing pelajar.

"Hal ini penting untuk memberikan edukasi kepada siswa atau pelajar tentang teknologi terkini di sepeda motor. Kalau mereka tidak diberikan kurikulum yang sesuai perkembangan zaman, maka lulusannya pun nanti akan tertinggal dalam hal inovasi teknik sepeda motor," ujar Ahmad Muhibbuddin.

Kurikulum TBSM Astra Honda dirancang dengan fokus pada keterampilan teknis, penguasaan teknologi terbaru, serta pembentukan karakter kerja. Materi ajar disusun berdasarkan standar industri yang meliputi pemahaman sasis, mesin, dan berbagai komponen krusial sepeda motor.

Selain materi teknis, AHM juga memfasilitasi sekolah binaan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk proses sertifikasi siswa. Perusahaan juga aktif memberikan pelatihan kepada guru-guru guna menjamin kualitas instruksi di ruang kelas tetap terjaga.

Implementasi kurikulum ini turut mencakup pengenalan teknologi kendaraan ramah lingkungan, termasuk edukasi mengenai sepeda motor listrik. Program sinkronisasi ini diharapkan mampu memperpendek jarak antara kompetensi lulusan sekolah dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan otomotif.

Recommended