Sebuah fenomena baru muncul di kalangan masyarakat urban selama Ramadan lalu. Tren yang dimaksud adalah kegiatan lari atau jogging sebagai cara mengisi waktu menjelang berbuka puasa.
Aktivitas ini, yang dikenal dengan istilah ngabuburun, dianggap sebagai metode sederhana untuk tetap aktif selama bulan suci tanpa mengganggu ibadah puasa.
Umumnya, ngabuburun meliputi fun run 5K atau jogging santai dengan durasi kurang dari satu jam serta intensitas ringan hingga sedang. Meskipun singkat, tubuh tetap kehilangan cairan melalui keringat, sehingga rehidrasi setelah berolahraga menjadi sangat penting, seperti dikutip dari Bola.
Fenomena ini terlihat jelas dalam acara NgabubuRun 5K Fun Run yang diselenggarakan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kegiatan ini mengajak masyarakat tetap aktif selama Ramadan melalui kampanye #RamadanAntiMagerRun.
Ratusan peserta terlihat memanfaatkan waktu sebelum berbuka puasa dengan berlari santai secara bersama-sama di area GBK. Selain menjadi aktivitas fisik ringan, acara ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan hidrasi saat berpuasa.
Menurut perwakilan penyelenggara acara, “Ngabuburun adalah salah satu cara yang menyenangkan untuk tetap beraktivitas selama Ramadan. Melalui kampanye #RamadanAntiMagerRun, kami mengajak masyarakat untuk mengisi waktu sebelum berbuka dengan kegiatan yang lebih produktif seperti olahraga ringan.”
Sebagai bagian dari kampanye ini, pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya hidrasi pasca aktivitas fisik. Air mineral berperan membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah berolahraga ringan atau setelah berpuasa sepanjang hari.
Para ahli kesehatan menyatakan bahwa olahraga dengan durasi di bawah satu jam, seperti fun run 5K, aman dilakukan saat berpuasa. Syaratnya adalah intensitas disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan cairan terpenuhi kembali setelah aktivitas berakhir.
Salah satu air mineral yang direkomendasikan diproses dengan teknologi ionisasi nomor 1 di Jepang, yang menghasilkan mikromolekul lebih mudah diserap tubuh. Proses ini membantu memberikan hidrasi cepat setelah aktivitas fisik.