Masyarakat Mulai Gunakan Lima Jenis Tas Belanja Ramah Lingkungan

Penggunaan tas belanja berulang kali menjadi solusi menekan volume sampah plastik dan menghindari paparan zat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Masyarakat di Jakarta mulai beralih menggunakan berbagai jenis tas belanja yang dapat dipakai berulang kali guna menekan volume sampah plastik pada Jumat, 17 April 2026. Langkah ini dilakukan di tengah melambungnya harga plastik dan meningkatnya kesadaran terhadap dampak buruk limbah bagi kesehatan.

Dilansir dari Medcom, kantong plastik konvensional saat ini tidak hanya lebih mahal, tetapi juga mengandung zat berbahaya yang berisiko memicu penyakit serius saat terpapar panas matahari. Selain itu, sifat plastik yang sulit terurai menjadi beban berat bagi ekosistem lingkungan dalam jangka panjang.

Penggunaan tas alternatif seperti eco bag dan kantong berbahan singkong (bio cassava bag) menjadi solusi praktis yang mulai banyak diterapkan. Tas belanja ramah lingkungan ini dinilai lebih hemat secara ekonomi karena memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat dibandingkan kantong sekali pakai.

Terdapat lima jenis wadah belanja yang direkomendasikan sebagai pengganti plastik, yakni eco bag sintetis, tote bag kanvas, tas anyam, tas karung goni, dan kantong singkong. Eco bag menjadi pilihan utama karena bobotnya yang ringan namun mampu menampung beban belanjaan dalam jumlah banyak.

Bagi konsumen di pasar tradisional, penggunaan tas oblong anyam tetap menjadi tren karena ketahanannya yang sangat tinggi. Sementara itu, bio cassava bag menawarkan tampilan serupa plastik namun dapat sepenuhnya terurai oleh mikroorganisme tanah sehingga tidak meninggalkan residu berbahaya.

Bahan alami seperti kain blacu pada tas kanvas dan serat jute pada karung goni juga menawarkan aspek estetika bagi pengguna. Peralihan dari kantong plastik menuju tas belanja ramah lingkungan ini dipandang sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Recommended