Anthropic, sebuah startup di bidang kecerdasan buatan (AI), menghadapi gugatan dari pemerintah Amerika Serikat setelah ditetapkan sebagai "risiko rantai pasok". Penetapan ini diumumkan oleh CEO Anthropic, Dario Amodei, yang menyatakan bahwa perusahaannya tidak memiliki pilihan lain selain menempuh jalur hukum.
Perselisihan antara Anthropic dan Departemen Pertahanan AS (Dephan) berpusat pada potensi penggunaan model AI Claude. Anthropic menginginkan jaminan bahwa teknologinya tidak akan disalahgunakan untuk pengembangan senjata otonom atau pengawasan massal. Sementara itu, Dephan bersikeras untuk memiliki akses tak terbatas ke Claude untuk semua tujuan yang dianggap sah secara hukum.
Menurut Amodei, dikutip dari CNBC, "Kami tidak percaya dan tidak pernah percaya, bahwa keterlibatan dalam pengambilan keputusan operasional adalah peran Anthropic atau perusahaan swasta mana pun, itu adalah peran militer. Satu-satunya kekhawatiran kami adalah pengecualian yang kami buat terkait senjata otonom penuh dan pengawasan massal domestik."
Penetapan Anthropic sebagai risiko menjadikan perusahaan tersebut satu-satunya perusahaan Amerika yang menerima label tersebut. Akibatnya, vendor dan kontraktor pertahanan diwajibkan untuk memberikan sertifikasi bahwa mereka tidak menggunakan AI dari Anthropic dalam pekerjaan mereka dengan Pentagon. Label ini umumnya diberikan kepada organisasi yang berlokasi di negara-negara yang dianggap sebagai musuh, seperti Huawei, perusahaan teknologi asal China.
Meskipun demikian, masih belum jelas apakah kontraktor pertahanan dapat memanfaatkan teknologi Anthropic untuk proyek-proyek di luar lingkup pekerjaan mereka dengan militer. Microsoft, yang sebelumnya mengumumkan investasi sebesar USD 5 miliar di Anthropic, menyatakan bahwa tim pengacaranya sedang meninjau penetapan tersebut dan menyimpulkan bahwa produk Anthropic tetap dapat diakses oleh pelanggan selain Dephan.
Sebelumnya, Anthropic telah menandatangani kontrak senilai USD 200 juta dengan Dephan pada bulan Juli, menjadi laboratorium AI pertama yang mengintegrasikan model-modelnya ke dalam jaringan rahasia. Namun, negosiasi antara kedua belah pihak menemui jalan buntu, dan perusahaan pesaing seperti OpenAI dan xAI milik Elon Musk juga menyepakati untuk menerapkan model mereka dalam kapasitas rahasia militer.
CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan kesepakatan perusahaannya dengan Dephan beberapa jam setelah Anthropic dimasukkan ke daftar hitam. Dalam sebuah unggahan di X, ia menyebut bahwa militer menunjukkan rasa hormat yang mendalam terhadap keselamatan dan keinginan untuk bermitra guna mencapai hasil terbaik."
Hubungan Anthropic dengan pemerintahan Trump juga dilaporkan memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Amodei bahkan telah meminta maaf atas bocornya memo internal bernada kritis ke pers.
Menurut laporan dari The Information, Amodei dilaporkan mengatakan kepada stafnya bahwa pemerintah tidak menyukai Anthropic karena perusahaan tersebut tidak memberikan donasi atau melontarkan pujian kepada Trump.