Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengumumkan bahwa Apple resmi memulai ekspor perangkat AirTag hasil produksi Batam ke Amerika Serikat pada Selasa, 21 April 2026. Pengiriman internasional ini menandai beroperasinya fasilitas manufaktur Apple di Indonesia secara penuh.
Selain produksi pelacak pintar di Batam, komponen untuk headphone AirPods Max juga telah mulai diproduksi di Bandung, Jawa Barat. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, ekspansi manufaktur ini merupakan realisasi dari komitmen investasi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut di tanah air.
"Produksi AirTag dan AirPods Max di Bandung sudah berjalan. Yang jelas, kegiatannya sudah dimulai dan bahkan sudah mulai ekspor ke Amerika," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, usai meresmikan Apple Developer Institute di Jakarta.
Nilai investasi yang digelontorkan Apple untuk proyek ini mencapai USD 1 miliar atau setara dengan Rp 16 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun pabrik AirTag di kawasan Batam dan fasilitas komponen audio di Bandung.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pembangunan pabrik di Kawasan Tunas Industrial Prima Batam tersebut telah dimulai sejak September 2025. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi basis produksi utama untuk memasok kebutuhan AirTag di pasar global secara berkelanjutan.
Pemerintah menilai langkah Apple ini sebagai sinyal kuat penguatan ekosistem industri teknologi nasional. Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan pengembangan yang direncanakan Apple telah tuntas dan memasuki tahap operasional komersial.
Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor produk teknologi dari Indonesia yang memiliki nilai tambah tinggi. Saat ini, distribusi produk dari fasilitas produksi di Kepulauan Riau dan Jawa Barat tersebut difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar internasional.