Apple memperkenalkan infrastruktur keamanan terbaru yang mencakup penggunaan laboratorium laser dan enkripsi pasca-kuantum untuk melindungi perangkat Mac pada Minggu (10/5/2026). Langkah ini dilakukan guna membentengi ekosistem mereka dari ancaman fisik maupun serangan komputer kuantum di masa depan.
Dilansir dari Detik iNET, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut mengoperasikan Laser Lab untuk menguji ketahanan chip Apple Silicon. Tim keamanan menggunakan pemindaian sinar-X hingga penembakan laser langsung ke permukaan silikon guna mendeteksi celah keamanan pada perangkat keras.
Metode pengujian ekstrem ini bertujuan untuk memperkuat keamanan Mac sejak tahap pengembangan produk sebelum jatuh ke tangan peretas. Selain itu, Apple memanfaatkan pencitraan aktif dan analisis berbasis AI guna memverifikasi keaslian setiap unit chip yang dikirim kepada konsumen.
"Kami menggunakan laser untuk menembak silicon dan mencoba mengubah kondisinya guna menembus batas keamanan kami," ujar pihak Apple dalam pemaparannya mengenai teknik keamanan hardware tercanggih di industri saat ini.
Selain perlindungan fisik, Apple secara agresif mulai mengadopsi kriptografi pasca-kuantum untuk menghadapi potensi bobolnya enkripsi tradisional oleh komputer kuantum. Teknologi tersebut dirancang agar data pengguna tetap aman meskipun algoritma enkripsi standar berhasil dipecahkan di masa mendatang.
Sistem enkripsi terbaru bertajuk iMessage PQ3 menjadi salah satu implementasi nyata yang diklaim tahan terhadap ancaman komputer kuantum. Apple juga telah mengintegrasikan algoritma serupa pada sistem TLS dan HTTPS di infrastruktur server serta pustaka keamanan Corecrypto milik mereka.
"Pekerjaan ini belum selesai, tapi kami sudah jauh di depan," kata pihak Apple saat menjelaskan posisi perusahaan dalam persaingan teknologi keamanan global.
Strategi keamanan berlapis ini memastikan setiap pesan yang dikirim melalui Mac terlindungi oleh sistem enkripsi generasi baru. Apple menegaskan komitmen untuk membangun perlindungan terhadap ancaman siber yang bahkan belum muncul sepenuhnya saat ini.