Keselamatan berkendara menjadi prioritas utama, terutama dengan kondisi lalu lintas yang padat. Mitsubishi Motors menawarkan teknologi keselamatan aktif, yaitu Forward Collision Mitigation (FCM), yang dirancang untuk mengurangi potensi tabrakan depan.
Bagaimana cara kerja FCM, khususnya pada Mitsubishi Xforce, dan apa saja ketentuan yang perlu diperhatikan?
FCM merupakan fitur keselamatan aktif yang mendeteksi potensi tabrakan dari depan dan memberikan peringatan dini kepada pengemudi. Sistem ini bahkan dapat melakukan pengereman otomatis jika pengemudi tidak merespons, sehingga mengurangi dampak atau mencegah tabrakan.
Fitur ini dapat berdiri sendiri atau menjadi bagian dari Diamond Sense, yaitu rangkaian teknologi keselamatan Mitsubishi Motors yang terdapat pada model seperti Pajero Sport tipe Dakar Ultimate, Xforce Ultimate DS, dan Destinator.
Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, menjelaskan bahwa FCM adalah bagian dari ADAS (Advanced Driver Assistance Systems). Sistem kerjanya menggunakan sensor di spion depan yang memindai kondisi jalan di depan.
"Sensor itu terhubung dengan sistem pengereman. Nah, untuk jarak sensor di FCM, itu juga sama pola kerjanya sama Adaptive Cruise Control, bisa di-setting sensitivitinya. Tapi, FCM bedanya sama Adaptive Cruise Control, Cruise Control bisa diatur jaraknya. Tapi, FCM akan kerja secara otomatis. Ini non-cancel feature. Jadi, dia akan selalu on di mana-mana,” ujar Rifat Sungkar.
Alur Kerja FCM
FCM bekerja dengan sensor radar dan kamera di bagian depan mobil. Berikut alur kerjanya:
- Deteksi Objek di Depan: Sensor FCM aktif memantau jalan dan mendeteksi kendaraan, motor, atau objek lain.
- Peringatan Dini: Jika sistem mendeteksi jarak terlalu dekat dan berpotensi tabrakan, FCM memberikan peringatan visual di panel instrumen dan suara.
- Pengereman Otomatis: Jika pengemudi tidak mengerem atau menghindar, FCM mengaktifkan rem otomatis untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan.
- Mitigasi Dampak Tabrakan: Dalam kondisi tertentu, FCM membantu mengurangi tingkat keparahan benturan meski tabrakan tidak terhindarkan.
Manfaat FCM
FCM sangat membantu dalam kondisi lalu lintas macet, perjalanan dalam kota dengan jarak kendaraan rapat, situasi pengemudi kurang responsif, dan mencegah kecelakaan akibat keterlambatan reaksi.
Ketentuan dan Batasan FCM
FCM memiliki ketentuan dan keterbatasan:
- FCM optimal pada kecepatan rendah hingga menengah (tergantung model).
- Sistem mungkin kurang akurat saat hujan deras, kabut tebal, atau kamera/radar tertutup kotoran.
- FCM bukan pengganti kewaspadaan pengemudi, melainkan sistem pendukung.
- Objek kecil, diam total, atau bergerak tidak wajar mungkin tidak terdeteksi sempurna.
- Pengemudi wajib menjaga jarak aman dan fokus saat berkendara.
FCM adalah solusi keselamatan modern yang relevan dengan kondisi jalan saat ini, dengan cara kerja berbasis sensor pintar, sistem peringatan, dan pengereman otomatis.
FCM harus digunakan sebagai pendukung, bukan pengganti kewaspadaan pengemudi. Kombinasi teknologi canggih dan kesadaran berkendara adalah kunci utama keselamatan.