Adrian Durham Kritik Perubahan Posisi Trent Alexander Arnold

Komentator Adrian Durham menyebut pemindahan Trent Alexander-Arnold menjadi bek kanan sebagai kesalahan besar setelah Real Madrid gugur dari Liga Champions.

Komentator talkSPORT Adrian Durham mengkritik keras keputusan masa lalu yang menempatkan Trent Alexander-Arnold sebagai bek kanan setelah Real Madrid tersingkir dari Liga Champions pada Jumat, 17 April 2026. Durham menilai perubahan posisi tersebut merupakan salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah pembinaan pemain di Inggris.

Kritik ini mencuat menyusul kegagalan Alexander-Arnold menjaga pertahanan Real Madrid saat menghadapi Bayern Munchen di babak perempat final. Sebagaimana dilansir dari Bola, pemain berusia 27 tahun itu dianggap gagal mengantisipasi pergerakan penyerang lawan yang berujung pada kekalahan agregat timnya.

Durham menyoroti bahwa Alexander-Arnold sejatinya merupakan seorang gelandang tengah dan sayap kanan saat meniti karier di akademi Liverpool satu dekade silam. Perubahan posisi menjadi bek kanan yang terjadi saat sang pemain berusia 17 tahun dinilai hanya untuk memberikan tantangan baru, namun justru merugikan potensi menyerangnya.

Data statistik menunjukkan Alexander-Arnold memiliki kontribusi menyerang yang luar biasa dengan catatan 115 keterlibatan gol, terdiri dari 23 gol dan 92 assist dalam 354 pertandingan. Durham berpendapat angka-angka tersebut membuktikan bahwa kekuatan utama sang pemain bukan berada pada sektor pertahanan.

"Keputusan sepuluh tahun lalu di akademi Liverpool untuk memindahkan Trent Alexander-Arnold ke bek kanan, menurut saya, adalah salah satu keputusan terburuk dalam sejarah sepak bola di negara ini," kata Adrian Durham, Komentator talkSPORT.

Kelemahan defensif Alexander-Arnold dianggap semakin terlihat jelas di Real Madrid karena tidak adanya sosok gelandang bertahan seperti Jordan Henderson yang dulu sering menutup celah di Liverpool. Durham mencontohkan momen saat Harry Kane dengan mudah melepaskan diri dari kawalan Alexander-Arnold untuk mencetak gol bagi Bayern Munchen.

Sistem pembinaan Inggris juga mendapatkan sorotan tajam karena dianggap gagal memaksimalkan talenta besar seperti Alexander-Arnold. Durham membandingkannya dengan Spanyol, yang menurutnya tidak akan pernah memindahkan pemain bertalenta menyerang seperti Lamine Yamal ke posisi bek belakang.

Karier internasional Alexander-Arnold pun turut terdampak di mana dirinya tidak lagi mendapat panggilan dari pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, sejak pertengahan 2025. Posisi bek kanan di skuad Tiga Singa kini lebih sering diisi oleh nama-nama seperti Tino Livramento, Djed Spence, dan Ben White.

Recommended