Layanan Apple Maps menuai sorotan tajam setelah muncul tudingan penghapusan nama-nama kota, desa, dan pemukiman di wilayah Lebanon Selatan pada Jumat (10/5/2026). Perubahan ini menimbulkan perdebatan sengit di kalangan warganet berbagai platform media sosial.
Menurut laporan yang beredar luas di Instagram, X (sebelumnya Twitter), Reddit, hingga Facebook, sejumlah lokasi di Lebanon Selatan, termasuk desa dan kota kecil, dilaporkan tidak lagi muncul pada tampilan Apple Maps. Hanya kota-kota besar seperti Beirut, Tyre (Sur), dan Sidon (Saida) yang masih memiliki label.
Temuan ini segera memicu reaksi dan kecurigaan publik, terutama karena nama-nama lokasi tersebut masih dapat ditemukan secara normal di layanan peta lain, seperti Google Maps. Warganet mempertanyakan motif di balik perubahan mendadak ini.
Beberapa laporan lain, yang dilansir dari Detik iNET, juga mengindikasikan bahwa penghapusan nama tempat tidak hanya terbatas pada Lebanon Selatan, melainkan hampir di seluruh wilayah negara tersebut. Hanya sebagian kecil kota-kota besar yang tetap berlabel, meninggalkan sebagian besar area lainnya tanpa identitas geografis.
Fenomena ini dianggap oleh sebagian pengguna sebagai "penghapusan historis" atau revisi sejarah, dan mereka menduga ada keterkaitan dengan situasi geopolitik yang sedang terjadi di kawasan tersebut. Dugaan ini memperkeruh situasi di tengah ketegangan regional.
Di sisi lain, beberapa pengguna asal Lebanon membela Apple Maps dengan menyatakan bahwa layanan tersebut memang selalu kurang detail di luar kota-kota utama Lebanon, berbeda dengan Google Maps yang dikenal lebih komprehensif. Kendati demikian, tidak ada pernyataan resmi dari Apple terkait tuduhan ini hingga artikel ini diterbitkan.
Laporan mengenai hilangnya nama desa dan kota di Lebanon Selatan menyebar cepat di media sosial dengan tagar terkait Lebanon dan Apple Maps. Banyak warganet yang menyuarakan protes dan bahkan menyerukan boikot terhadap produk Apple. "Ini bukan kesalahan teknis biasa. Terlalu mencurigakan timing-nya," tulis salah satu pengguna Reddit.
Pengguna X dengan akun @EthanLevins2 menyatakan, "Apple telah menghapus nama-nama desa Lebanon di Lebanon Selatan. Saat Israel melakukan invasi, mereka sudah mengatur negara untuk membenarkan pendudukan. Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya." Sentimen serupa juga diungkapkan oleh @Villgecrazylady yang membandingkan tampilan peta Lebanon dengan Israel dan Suriah.
"Ini sangat distopia! Untuk memberi jalan bagi Israel Raya, Apple Maps telah menghapus semua nama kota untuk seluruh wilayah Lebanon. Ini 100% nyata. Saya memeriksa Google Maps untuk membandingkan, dan, sebaliknya, masih menampilkan semua nama kota di sana. Itu berarti Israel akan melakukan hal yang sama di Lebanon seperti yang mereka lakukan di Gaza," ujar @Housebots, menyoroti implikasi geopolitik dari dugaan penghapusan nama tersebut.