Menjelang duel krusial pekan ke-26 Super League 2025/2026, pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menyatakan optimisme tinggi dalam menghadapi Bali United. Pertandingan yang dijadwalkan pada Senin (6/4/2026) malam WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, akan menjadi ajang pembuktian bagi tim berjuluk Badai Pasifik yang kini terperosok di zona degradasi.
Dikutip dari Bola.com, PSBS Biak telah memanfaatkan jeda internasional FIFA Matchday untuk persiapan matang. Mihail, arsitek tim asal Rumania, menjelaskan bahwa analisis mendalam terhadap gaya bermain Bali United telah dilakukan. Ia menyoroti Bali United sebagai tim yang mengadopsi sepak bola modern dengan dominasi penguasaan bola, mirip gaya Belanda.
Meskipun berada di posisi buncit klasemen sementara (peringkat ke-18 dengan 18 poin), Mihail enggan memberikan tekanan berlebihan kepada para pemainnya. Ia menyadari pentingnya setiap pertandingan yang tersisa, dengan sembilan laga lagi untuk memastikan kelangsungan PSBS di divisi utama musim depan. “Selama periode ini saya tidak ingin memberikan terlalu banyak tekanan kepada para pemain saya karena mereka sudah tahu pentingnya setiap pertandingan dari sekarang hingga akhir,” ujar Mihail.
Mihail juga menegaskan bahwa PSBS tidak akan bermain bertahan. Tim akan tetap mengusung pendekatan menyerang, tampil berani, dan berusaha meraih kemenangan, meskipun menghormati kekuatan lawan. Pendekatan proaktif ini diharapkan dapat memberikan kesan baik, terutama di tengah situasi sulit yang dialami tim.
Kesempatan untuk Pemain Muda dan Kenangan Mihail
Dalam pertandingan kontra Bali United, Mihail berencana untuk menurunkan kombinasi pemain muda dan senior. Salah satu nama yang dipastikan akan mendapat kesempatan tampil sejak menit awal adalah Tobias Solossa, keponakan dari legenda sepak bola Boaz Solossa. “Kami menyiapkan campuran yang baik antara pemain muda dan pemain yang lebih berpengalaman. Besok adalah giliran Tobias Solossa untuk memulai pertandingan dan saya sangat percaya pada bakat serta potensinya,” jelas Mihail.
Bagi Marian Mihail, laga ini juga membawa kenangan personal. Ia pernah menghadapi Bali United pada Piala AFC 2018 saat menukangi klub Vietnam, Thanh Hoa. Meski kala itu timnya kalah 3-1 di Bali, Mihail memiliki kesan positif terhadap Bali United yang dianggapnya sebagai klub luar biasa dengan infrastruktur modern dan perhatian terhadap pemain muda.
Bali United Siap Kendalikan Laga Tanpa Penonton
Di sisi lain, Bali United akan tampil tanpa dukungan langsung suporter di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Sanksi dari Komisi Disiplin PSSI berupa dua kali pertandingan kandang tanpa penonton serta denda total Rp320 juta menjadi konsekuensi kericuhan saat menjamu Persija Jakarta pada 15 Februari 2026. Meski demikian, pelatih Bali United, Johnny Jansen, optimistis timnya akan mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
Skuad Serdadu Tridatu telah memanfaatkan jeda kompetisi panjang setelah libur Nyepi dan Idul Fitri untuk memulihkan kondisi fisik dan mematangkan strategi. Pemulihan kebugaran ini juga ditandai dengan kembalinya beberapa pemain penting seperti Jordy Bruijn, Mirza Mustafic, dan Brandon Wilson dari cedera, menambah kedalaman skuad Bali United.
Saat ini, Bali United berada di peringkat ke-10 klasemen sementara dengan 33 poin dari 25 pertandingan. Sementara itu, PSBS Biak terdampar di dasar klasemen (peringkat ke-18) dengan 18 poin. Perbedaan posisi yang cukup jauh ini menempatkan Bali United sebagai tim yang lebih diunggulkan, namun PSBS Biak dengan tekad untuk keluar dari zona degradasi dipastikan akan memberikan perlawanan sengit.