Apple dilaporkan menunda peluncuran generasi kedua headset Vision Pro setidaknya hingga tahun 2028 seiring dengan pergeseran prioritas perusahaan pada Selasa (12/5/2026). Raksasa teknologi asal Cupertino ini kini lebih memfokuskan sumber daya internal mereka untuk pengembangan kacamata pintar dan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI).
Penundaan ini terjadi di tengah evaluasi internal terhadap performa pasar perangkat mixed reality mereka yang belum memenuhi target. Dilansir dari Medcom, Apple saat ini tidak menempatkan pengembangan Vision Pro generasi baru sebagai prioritas utama dalam peta jalan produk jangka pendek mereka.
Meskipun jadwal peluncuran diundur, riset terhadap teknologi komputer spasial tersebut tetap berjalan di laboratorium pengembangan. Apple dikabarkan sedang bereksperimen dengan material baru dan rancangan desain yang lebih ringan untuk mengatasi keluhan pengguna mengenai bobot perangkat generasi pertama yang dinilai terlalu berat.
Upaya pengembangan tersebut juga bertujuan untuk menekan biaya produksi agar Apple dapat menjual headset masa depan dengan harga yang lebih kompetitif. Sebagai informasi, Vision Pro generasi pertama saat ini dipasarkan dengan harga mulai dari USD3.499 atau sekitar Rp61,2 juta, sebuah angka yang dianggap terlalu tinggi bagi pasar konsumen umum.
Berdasarkan laporan dari MacRumors, sebagian besar tim yang sebelumnya mengerjakan proyek headset murah bernama Vision Air kini telah dialihkan. Para talenta tersebut sekarang difokuskan untuk menggarap perangkat yang mampu menyaingi Ray-Ban Meta Smart Glasses.
Strategi baru Apple ini mencakup pengembangan kacamata augmented reality (AR) yang dilengkapi dengan kamera, mikrofon, dan berbagai sensor AI. Selain kacamata, perusahaan juga tengah menjajaki konsep wearable lain seperti AirPods yang terintegrasi dengan kamera serta perangkat AI pendant yang lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Sebelumnya pada Oktober 2025, Apple sempat memberikan penyegaran pada Vision Pro dengan menyematkan chipset M5 dan meningkatkan refresh rate hingga 120Hz. Namun, pembaruan perangkat keras tersebut dilaporkan belum mampu mendongkrak angka penjualan secara signifikan di pasar global.
Hingga saat ini, manajemen Apple masih memantau perkembangan ekosistem konten dan kesiapan pasar sebelum memutuskan langkah final bagi lini Vision Pro. Fokus utama perusahaan tetap tertuju pada penciptaan perangkat wearable yang lebih ringkas dan memiliki integrasi AI yang kuat untuk menjaga daya saing di industri teknologi.