Setelah menuntaskan perjalanan mengelilingi Bulan yang penuh tantangan, awak misi Artemis II dari Badan Antariksa AS (NASA) kini bersiap kembali ke Bumi. Para astronaut telah menyelesaikan observasi mendalam terhadap permukaan Bulan, termasuk mengamati kawah, gerhana matahari, dan kilatan cahaya akibat hantaman meteorit, demikian dilansir dari Medcom dan DW Indonesia.
Misi Artemis II menghadirkan pendekatan inovatif dalam eksplorasi Bulan. Alih-alih mengandalkan teknologi canggih secara penuh, para astronaut justru memanfaatkan kemampuan penglihatan langsung sebagai instrumen utama observasi selama mengelilingi satelit alami Bumi tersebut.
Kelsey Young, ilmuwan utama misi Artemis II, menjelaskan bahwa mata manusia masih merupakan alat observasi yang sangat superior. Kemampuan reseptor mata memungkinkan manusia menangkap detail visual yang lebih kompleks dibanding kamera konvensional, serta cepat beradaptasi dengan perubahan cahaya dan mengenali pola, sehingga efektif untuk mengamati beragam kondisi permukaan Bulan.
Dalam misi ini, Jeremy Hansen, Christina Koch, Reid Wiseman, dan Victor Glover menghabiskan waktu di dalam kapsul antariksa Orion. Mereka fokus pada pengamatan visual terhadap fitur geologis Bulan tanpa ketergantungan penuh pada instrumen otomatis.
Anggota kru, Victor Glover, menggambarkan pengalamannya sebagai "sangat sulit untuk dijelaskan" dan "luar biasa sekali", merasa seperti "mimpi". Astronaut Reid Wiseman bahkan meminta pusat kendali di Bumi untuk "20 kata superlatif baru" demi menggambarkan fenomena yang mereka saksikan.
Di sisi lain, Pusat Kontrol NASA di Bumi juga merasakan antusiasme serupa. Kelsey Young memuji observasi para astronaut, menegaskan bahwa mereka telah membawa pemahaman lebih dekat tentang Bulan.
Selama mengelilingi Bulan, para astronaut menghadapi momen menegangkan selama 40 menit tanpa kontak dengan stasiun darat, yaitu saat mereka berada di sisi Bulan yang jauh dari Bumi. Jeda komunikasi ini memang telah direncanakan karena sinyal radio tidak dapat mencapai sisi tersebut.
Astronaut Glover mengungkapkan bahwa ia "berdoa singkat, kemudian saya lanjut bertugas" saat momen tanpa sinyal tersebut. Setelah koneksi kembali terjalin, Christina Koch menyampaikan rasa leganya, "Kami akan selalu memilih Bumi, kami akan selalu memilih satu sama lain."
Rekor dan Penamaan Kawah
Beberapa jam sebelum perjalanan pulang, keempat astronaut ini mencetak rekor baru. Mereka berhasil menjauh dari Bumi ke titik yang belum pernah dicapai manusia sebelumnya, yaitu sejauh 406.778 kilometer. Rekor sebelumnya dipegang oleh misi Apollo-13 pada tahun 1970 dengan jarak 400.171 kilometer.
Misi Artemis II juga diwarnai momen mengharukan. Para astronaut sepakat menamai sebuah kawah di Bulan dengan nama Carroll Taylor Wiseman, mendiang istri komandan misi Reid Wiseman. "Itu adalah titik terang di Bulan," kata astronaut asal Kanada, Hansen, dengan suara terisak saat upacara penamaan kawah disiarkan langsung.
Carroll Taylor Wiseman meninggal karena kanker pada tahun 2020. Suaminya, Reid Wiseman, merupakan mantan pilot Angkatan Laut dan pilot pesawat uji coba AS, yang sejak kepergian istrinya menjadi orang tua tunggal bagi kedua putrinya.
Perjalanan Pulang dan Signifikansi Misi
Kapsul Orion kini telah memulai perjalanan pulang ke Bumi yang diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari. Perjalanan ini memanfaatkan jalur kembali bebas, di mana pesawat ruang angkasa akan kembali ke Bumi melalui lintasan berbentuk angka delapan besar, hanya dengan memanfaatkan gravitasi Bulan dan tanpa dorongan tambahan.
Misi Artemis II merupakan penerbangan berawak pertama menuju Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak program Apollo berakhir. Para astronaut ini berangkat pada hari Rabu, 1 April 2026, dari Pusat Antariksa Kennedy di Florida, Amerika Serikat. Bagi Glover, Koch, dan Wiseman, ini adalah penerbangan kedua ke luar angkasa, sementara Hansen mengalami penerbangan pertamanya. Koch menjadi perempuan pertama, Glover menjadi orang kulit berwarna pertama, dan Hansen menjadi orang Kanada pertama yang mengorbit Bulan dalam misi ini.
Meskipun teknologi terus berkembang, penggunaan pengamatan visual langsung dalam misi Artemis II menegaskan bahwa kemampuan alami manusia tetap memiliki peran penting dalam eksplorasi luar angkasa modern. Pendekatan ini menunjukkan kombinasi kemampuan manusia dan teknologi sebagai kunci dalam eksplorasi antariksa.
NASA menargetkan pendaratan di Bulan berikutnya pada tahun 2028. Terakhir kali astronaut AS mendarat di Bulan adalah pada tahun 1972 dengan Apollo 17. Cina, salah satu pesaing utama, juga merencanakan pendaratan di Bulan pada tahun 2030.
Mengunduh Foto Misi Artemis II
Masyarakat yang tertarik untuk mengunduh foto-foto hasil misi Artemis II dapat melakukannya melalui situs resmi NASA. Foto-foto ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menjadi data penting bagi para ilmuwan dalam merencanakan perjalanan manusia kembali ke orbit Bulan, serta membantu mengidentifikasi area yang aman dan strategis untuk eksplorasi lebih lanjut.