Gaya permainan Arsenal dalam meraih kemenangan menuju gelar juara Premier League mulai dikritik. Sorakan keras terdengar saat Arsenal mengamankan kemenangan 1-0 di kandang Brighton & Hove Albion, bersamaan dengan kabar Manchester City yang bermain imbang melawan Nottingham Forest.
Hasil tersebut membuat Arsenal unggul tujuh poin di puncak klasemen Premier League. Suporter Arsenal pun bernyanyi penuh keyakinan, "And now you will believe us, we're gonna win the league."
Gol semata wayang Arsenal dicetak Bukayo Saka pada menit kesembilan, yang sempat mengenai Carlos Baleba sebelum masuk ke gawang. Kiper Bart Verbruggen juga dinilai kurang maksimal dalam upaya penyelamatannya.
Setelah unggul, Arsenal cenderung bermain pasif, memperlambat tempo dan menjaga penguasaan bola. Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, bahkan sudah menyinggung hal ini sebelum laga, menyoroti lamanya waktu yang dibutuhkan Arsenal untuk memulai kembali permainan.
Kiper Arsenal, David Raya, mendapat peringatan dari wasit Chris Kavanagh karena dianggap membuang waktu. Ketegangan memuncak di pinggir lapangan, dengan Hurzeler memprotes ofisial keempat, David Webb, dan terlibat adu kata dengan Mikel Arteta.
Arteta sebelumnya menyoroti perlunya Arsenal memperbaiki manajemen permainan mereka. Namun, Hurzeler justru melontarkan kritik keras terhadap pendekatan permainan Arsenal. "Ada berbagai cara untuk menang," katanya.
Hurzeler mempertanyakan potensi hukuman bagi kiper yang membuang waktu. "Apakah Anda ingin mengusir kiper dengan dua kartu kuning karena membuang waktu? Itu tidak akan pernah terjadi. Jadi, apa yang seharusnya dia lakukan? Itulah masalahnya, dan itulah mengapa kita membutuhkan aturan dan batasan," ujarnya.
Hurzeler juga memuji cara timnya bermain, menilai hanya ada satu tim yang benar-benar mencoba bermain sepak bola dalam laga tersebut. "Saya tidak akan pernah menjadi pelatih yang mencoba menang dengan cara seperti itu," katanya.
Arteta enggan menanggapi panjang lebar kritik tersebut. "Betapa mengejutkannya," kata Arteta singkat ketika isi keluhan Hurzeler disampaikan kepadanya.
Brighton mungkin gagal menghentikan laju Arsenal, tetapi pertandingan ini menambah suara bising yang mengiringi perjalanan Arsenal dalam beberapa pekan ke depan. Selain kritik terhadap bola mati, kini muncul kecaman soal kebiasaan membuang waktu.
Arteta menyebut semua itu sebagai "kebisingan dari luar" dalam upaya Arsenal mengejar gelar liga pertama sejak 2004. Arsenal tetap bisa melihat malam ini sebagai momen penting: memperlebar jarak di puncak klasemen sekaligus menambah tekanan kepada Manchester City.
Dan jika pilihannya adalah mencari teman atau meraih gelar juara, bagi Arsenal jawabannya jelas.