AS dan Israel Serang Ribuan Target di Iran

Militer AS dan Israel dilaporkan menyerang lebih dari 2.000 target di Iran, termasuk sistem pertahanan udara dan peluncur rudal.

Serangan udara gabungan antara militer Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menghantam lebih dari 2.000 target di Iran. Serangan ini menggunakan sekitar 2.000 amunisi dalam kurun waktu 100 jam pertama.

Target-target yang diserang meliputi sistem pertahanan udara, peluncur rudal balistik, serta fasilitas drone milik Iran. Dalam operasi ini, pesawat-pesawat canggih seperti bomber siluman B-2 Spirit turut dikerahkan.

Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat militer AS (CENTCOM), mengungkapkan bahwa armada tempur yang dikerahkan dalam misi bertajuk "Epic Fury" ini terdiri dari lebih dari 200 pesawat tempur, dua kapal induk, dan sejumlah pesawat pengebom.

Pesawat pengebom Boeing B-1 dan Northrop Grumman B-2 disebut melakukan serangan presisi terhadap fasilitas rudal di wilayah Iran tanpa adanya perlawanan. Cooper juga mengonfirmasi bahwa pesawat pengebom B-52 turut menyerang pos komando dan kendali di Iran.

Selain itu, angkatan laut Iran menjadi fokus serangan. Sebanyak 17 kapal Iran diklaim hancur, termasuk satu-satunya kapal selam operasional Teheran, yang diyakini sebagai Shahid Bagheri, kapal kontainer yang dimodifikasi menjadi kapal pembawa drone.

Cooper menegaskan bahwa operasi penargetan dinamis akan terus dilakukan untuk melenyapkan sisa-sisa kemampuan peluncuran rudal balistik Iran. "Kami akan terus melakukan operasi penargetan dinamis atau memburu peluncur rudal balistik bergerak milik Iran yang masih tersisa dan melenyapkan apa yang saya sebut sebagai sisa-sisa kemampuan peluncuran mereka," kata Cooper seperti dikutip detikINET dari Flight Global.

Pesawat pengebom B-2 Spirit dilaporkan terbang langsung dari pangkalannya di Whiteman, Missouri, menuju Iran. Sebelumnya, pesawat ini juga pernah mengebom infrastruktur nuklir Iran dalam penerbangan pulang pergi non-stop.

B-2 Spirit dirancang oleh Northrop (kemudian menjadi Northrop Grumman) dan diproduksi dari tahun 1987 hingga 2000. Pembom ini mampu menjatuhkan senjata konvensional dan termonuklir.

Sebanyak dua puluh unit B-2 dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, namun satu unit hancur dalam kecelakaan pada tahun 2008. Angkatan Udara berencana mengoperasikan B-2 hingga tahun 2032, sebelum digantikan oleh Northrop Grumman B-21 Raider.

B-2 dapat melakukan misi serangan pada ketinggian hingga 15.000 meter, dengan jangkauan tanpa pengisian bahan bakar lebih dari 11.000 km. Pesawat ini juga mampu terbang lebih dari 19.000 km dengan satu kali pengisian bahan bakar di udara.

Recommended