BPS Catat Jumlah Pengangguran di Indonesia Turun Menjadi 7,24 Juta Orang

BPS melaporkan penurunan jumlah pengangguran di Indonesia menjadi 7,24 juta orang per Februari 2026, berkurang 35 ribu orang dibanding tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,24 juta orang pada Februari 2026, sebuah angka yang menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, angka pengangguran tersebut berkurang sebanyak 35 ribu orang jika dibandingkan dengan posisi pada Februari 2025. Penurunan ini mencerminkan kondisi pasar kerja yang mulai menyerap lebih banyak tenaga kerja di berbagai sektor.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa angka 7,24 juta orang tersebut setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen. Angka persentase ini mengalami penyusutan sebesar 0,08 persen dibandingkan catatan pada Februari 2025.

"Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,24 juta orang. Jumlah yang menganggur ini mengalami penurunan sebesar 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

BPS mencatat total angkatan kerja di Indonesia per Februari 2026 menyentuh angka 154,91 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,67 juta orang telah terserap dalam pasar kerja, yang berarti terdapat pertumbuhan penduduk bekerja sebanyak 1,90 juta orang dalam satu tahun terakhir.

Distribusi penduduk yang bekerja mencakup 98,59 juta pekerja penuh waktu, 38,35 juta pekerja paruh waktu, dan 10,73 juta orang kategori setengah pengangguran. Meski jumlah pekerja meningkat, proporsi pekerja formal justru sedikit menurun menjadi 40,58 persen.

Sektor pertanian menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja paling masif, diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor industri. Lapangan usaha pertanian mencatatkan kenaikan penyerapan tenaga kerja tertinggi sebesar 882 ribu orang dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan penyerapan tenaga kerja juga terlihat pada sektor perdagangan yang bertambah 434 ribu orang dan sektor industri sebanyak 432 ribu orang. Tren penurunan angka pengangguran ini dilaporkan terjadi secara merata, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, serta mencakup kelompok laki-laki dan perempuan.

Recommended