Amerika Serikat mengerahkan armada terbesar dan persenjataan tercanggihnya ke Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir, sebelum serangan gabungan dengan Israel terhadap Iran. Pentagon menyebut operasi ini dengan nama "Operation Epic Fury".
Berikut adalah aset-aset yang dikerahkan, seperti dikutip detikINET dari CNN:
Pembom siluman B-2: Pesawat pembom bersayap kelelawar ini merupakan aset tempur paling mematikan Angkatan Udara AS. Harganya lebih dari satu miliar dolar per unit. Ditenagai empat mesin jet, B-2 dapat membawa bom konvensional maupun nuklir, dengan kemampuan jangkauan antarbenua dan pengisian bahan bakar di udara.
Armada B-2 ini biasanya lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri. Pada "Operation Epic Fury", mereka menggunakan bom seberat 900 kg untuk menyerang instalasi rudal balistik Iran, menurut US Central Command (CENTCOM).
Drone bunuh diri LUCAS: Penggunaan drone ini menandai pertama kalinya AS menerjunkannya dalam pertempuran. Unit drone Task Force Scorpion Strike (TFSS) diaktifkan di Timur Tengah pada akhir tahun lalu.
Low-cost Unmanned Combat Attack System (LUCAS) ini meniru drone Shahed 136 rancangan Iran yang digunakan Rusia di Ukraina. "Drone berbiaya rendah ini, yang meniru desain drone Shahed Iran, kini memberikan pembalasan buatan Amerika," kata CENTCOM.
Kapal perang: Dua kapal induk AS, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford berada di Timur Tengah. Lincoln berada di Laut Arab dan Ford di Laut Tengah. CENTCOM merilis video pesawat tempur F/A-18 dan F-35 lepas landas dan mendarat di Lincoln. Kapal Ford tidak membawa F-35. Beberapa kapal perusak kelas Arleigh Burke juga dikerahkan, masing-masing dapat membawa hingga 96 Tomahawk.
Sistem pertahanan rudal Patriot dan THAAD: Baterai Patriot dan THAAD (Terminal High-Altitude Area Defense) digunakan untuk melawan drone dan rudal balistik Iran. Jumlah pencegat Patriot dan THAAD yang ditembakkan sejauh ini tidak diketahui.
Kekhawatiran muncul karena Iran mengirimkan ribuan drone dan rudal ke berbagai target di Timur Tengah. Analis menyatakan cemas stok pencegat bisa menipis akibat perang 12 hari antara Israel dan Iran tahun lalu serta pasokan ke Ukraina.
Jet tempur: Sejumlah jet tempur terlibat dalam perang ini termasuk F-16, F/A-18, jet siluman F-22 dan F-35.
Pesawat Serang Elektronik EA-18G: EA-18G Growler membawa pod pengacau sinyal (jamming), penangkal komunikasi, dan radar untuk mengidentifikasi serta menekan ancaman elektronik musuh. Jet ini juga dapat dipersenjatai rudal yang membidik pemancar elektronik seperti radar dan pusat komunikasi.
Pesawat Peringatan Dini (AWACS): AS menggunakan dua jenis AWACS, E-3 Sentry dari Angkatan Udara dan E-2 Hawkeye dari Angkatan Laut. AWACS Angkatan Udara membawa kubah radar bundar besar dengan jangkauan sekitar 400 km, mengidentifikasi dan melacak pesawat serta kapal musuh, dan memantau informasi medan perang.
Pesawat Relai Komunikasi Udara: Pesawat EA-11 BACN (battlefield airborne communications node) terlihat di Timur Tengah. Menurut produsen Bombardier, EA-11 sering disebut Wi-Fi di Udara dan digunakan untuk menjembatani data suara dan taktis antara pasukan udara dan darat.
Pesawat Patroli Maritim P-8A: Jet Angkatan Laut ini, juga bernama Poseidon, digunakan untuk peperangan antikapal selam serta untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
Pesawat Pengintai RC-135: Membawa awak lebih dari 30 orang, RC-135 memberikan pengumpulan dan analisis intelijen secara hampir real-time.
MQ-9 Reaper: Angkatan Udara mendeskripsikan drone MQ-9 yang dikendalikan dari jarak jauh ini sebagai pesawat serang yang ditujukan menyerang target bernilai tinggi. Drone ini membawa rudal Hellfire.
M-142 HIMARS: High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) Angkatan Darat dipasang di atas truk. Mereka dapat menembak dan dengan cepat pindah ke posisi baru. HIMARS dapat membawa roket dengan jangkauan lebih dari sekitar 480 km.
Aset pengisian bahan bakar: AU AS menerbangkan dua jenis kapal tanker, KC-135 dan KC-46. Pengisian bahan bakar di udara akan sangat penting bagi pembom B-2 yang melakukan penerbangan panjang ke Timur Tengah dari AS.
Pesawat kargo: Jet C-17 Globemaster dan pesawat turboprop C-130 Hercules membawa sebagian besar amunisi dan pasukan yang diterjunkan dalam serangan terhadap Iran ke Timur Tengah.