AS Klaim Tangani Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan telah mengatasi penutupan Selat Hormuz oleh Iran, meski ada kekhawatiran pasar.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengklaim bahwa masalah penutupan Selat Hormuz oleh Iran dalam beberapa minggu terakhir telah ditangani. Hegseth meyakini bahwa penutupan tersebut tidak akan menyebabkan masalah besar bagi dunia.

Menurut laporan CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencapai level US$ 93 per barel pada hari Jumat (13/3). Harga minyak mengalami kenaikan dari level US$ 67 per barel sejak sebelum perang dimulai pada 28 Februari.

Hegseth menyatakan, "Kami sudah menanganinya, dan tidak perlu khawatir tentang itu," seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (14/3/2026).

Pemerintah AS berencana membuka kembali jalur pengiriman di Selat Hormuz, menurut Hegseth. Hal ini ditegaskan untuk membantah klaim sejumlah pihak yang menyebut AS tidak memiliki rencana untuk membuka Selat Hormuz.

"Pada akhirnya, kami ingin melakukannya secara berurutan dengan cara yang paling masuk akal untuk apa yang ingin kami capai," katanya.

Namun, Hegseth tidak memberikan rincian langkah-langkah spesifik yang akan diambil AS untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia juga memperkirakan bahwa perusahaan pertahanan Iran akan segera hancur.

"Satu-satunya hal yang menghambat transit di selat saat ini adalah Iran yang menembaki kapal," terangnya.

"Kami bekerja sama dengan mitra antarlembaga kami. Ini bukan situasi sulit yang akan kami biarkan tetap menjadi sengketa atau kurangnya arus barang internasional," kata Hegseth.

Sebelumnya, Hegseth juga sempat mengklaim berhasil menghancurkan perusahaan pertahanan Iran yang memproduksi komponen rudal balistik. Ia juga sempat mengatakan Mojtaba Khamenei terluka akibat perang tersebut.

Sementara itu, Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan bahwa angkatan laut AS belum sepenuhnya siap mengawal kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Namun, pernyataan tersebut dibantah kemudian oleh Menteri Keuangan, Scott Bessent.

Bessent mengatakan bahwa angkatan laut AS dan koalisi internasional akan mulai mengawal kapal melalui selat tersebut secara militer. RBC Capital Markets menilai ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran bagi pasar.

"Ada keraguan yang signifikan bahwa layanan pengawalan kapal tanker Angkatan Laut AS yang kuat akan segera beroperasi," tulis laporan RBC.

Keraguan itu muncul seiring menguatnya fakta bahwa kemampuan militer Iran akan menimbulkan tantangan yang lebih besar daripada yang dihadapi AS selama Perang Tanker tahun 1980-an.

Catatan itu juga menyebut bahwa US International Development Finance Corp menawarkan program asuransi senilai US$ 20 miliar untuk mendorong kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya untuk mulai melintasi Selat Hormuz. Namun, program ini belum disambut baik oleh pelaku pasar.

"Yang paling mengejutkan kami adalah sejumlah analis keamanan yang berbasis di Washington tampaknya bekerja dengan jangka waktu yang lebih panjang daripada pelaku pasar yang berada di luar wilayah Washington," tulis kepala strategi komoditas global RBS, Helima Croft.

Recommended