Karakter legendaris Kratos dalam waralaba game God of War ternyata memiliki asal-usul yang unik. Lapisan abu putih di kulitnya, yang menjadi ciri khas, bermula dari sketsa yang belum rampung pada tahap awal pengembangan game, dilansir dari Detik iNET.
David Jaffe, yang saat itu menjabat sebagai sutradara God of War, secara tak sengaja melihat ilustrasi Kratos yang sedang dikerjakan oleh seniman Charlie Wen. Ilustrasi tersebut belum melalui tahap pewarnaan kulit. Keunikan sketsa Kratos yang masih berupa garis di kertas putih ini membuat Jaffe terkesan.
Seniman God of War, Stig Asmussen, menirukan perkataan Jaffe saat melihat sketsa tersebut, "Itu terlihat sangat keren." Asmussen juga menambahkan bahwa ia tidak yakin apakah Jaffe sudah memikirkan konsep abu pada saat itu.
Dari reaksi spontan tersebut, ciri khas Kratos kemudian terbentuk dan bahkan memengaruhi alur cerita game. Dikisahkan bahwa Kratos selamanya ternoda oleh abu istri dan putrinya setelah ia tertipu oleh Ares dan membunuh mereka. Hal ini menjadi salah satu latar belakang karakter paling berkesan dalam sejarah game aksi.
Asmussen menjelaskan bahwa kulit pucat Kratos sangat mendukung visibilitas karakter di berbagai lokasi dalam game. Tokoh fiksi ini menjadi menonjol di tengah kekacauan sekitarnya, terlepas dari darah atau warna cokelat lingkungan yang diinjaknya.
"Dia selalu menonjol di dalamnya," kata Asmussen.
Penjelasan mengenai abu yang dikembangkan Jaffe seputar penampilan Kratos turut memberikan bobot emosional yang mendalam. Dari ketidaksengajaan ini, Kratos tidak lagi sekadar prajurit pucat yang bertujuan untuk menciptakan kontras dengan lingkungan permainan.
Kratos digambarkan sebagai seorang pria yang tidak bisa menghapus tindakan masa lalunya, dan warna abu itu menjadi kutukannya. Kisah inilah yang terus diingat selama lebih dari 20 tahun dan dalam berbagai sekuel seri God of War.