PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan pencapaian laba konsolidasi sebesar Rp285,4 miliar dengan total pendapatan usaha mencapai Rp4,96 triliun hingga akhir periode tahun 2025. Data kinerja tahunan ini dipaparkan dalam siaran pers perusahaan pada Minggu (10/5/2026) sebagai bagian dari refleksi perjalanan operasional sepanjang tahun lalu.
Kenaikan signifikan terjadi pada layanan penyeberangan perintis yang mencatatkan lebih dari 93 ribu perjalanan atau tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini melampaui target internal perusahaan, terutama dalam mendukung konektivitas di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Sektor angkutan kendaraan juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan volume sebesar 15 persen, atau setara dengan lebih dari 556 ribu unit kendaraan. Dilansir dari Detik Finance, ASDP mencatat tingkat kepuasan pelanggan berada pada skor 3,34 dari skala 4, yang didorong oleh optimalisasi layanan digital dan kompetensi petugas di lapangan.
Terkait keselamatan operasional, perusahaan berhasil menekan angka kecelakaan kapal hingga 0,220 persen sepanjang tahun 2025. Rasio tersebut terpantau lebih baik daripada target batas maksimal perusahaan sebesar 0,230 persen, meski tercatat terjadi lima insiden kecelakaan termasuk kapal kandas dan tabrakan.
"Keselamatan tidak boleh dianggap selesai. Ini harus menjadi kesadaran kolektif dan prioritas utama dalam setiap lini pelayanan dan operasional kita," ujar Heru Widodo, Direktur Utama ASDP. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas di tengah dinamika industri transportasi penyeberangan nasional.
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-53, ASDP juga menyalurkan dana kegiatan filantropi melalui program ASDP Berdampak. Alokasi dana tersebut digunakan untuk pengadaan pelampung bagi pelaku pelayaran, bantuan panti asuhan, serta rehabilitasi lingkungan melalui penanaman mangrove.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa semangat transformasi ini bertujuan untuk memperkuat budaya keamanan dan keselamatan secara berkelanjutan. Fokus utama perusahaan tetap tertuju pada penguatan konektivitas antarpulau demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.