Asing Borong Saham Pilihan saat IHSG Menguat, Cek Daftar Net Buy Teratas

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan tengah pekan ini. Meski tekanan jual dari investor global masih terasa di

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan tengah pekan ini. Meski tekanan jual dari investor global masih terasa di pasar reguler, beberapa emiten justru menjadi primadona dan dikoleksi secara masif oleh pemodal mancanegara. Fenomena ini menarik perhatian pelaku pasar karena menunjukkan adanya rotasi sektor yang tengah berlangsung di Bursa Efek Indonesia.

Kenaikan indeks yang cukup meyakinkan ini menjadi angin segar di tengah fluktuasi pasar global yang masih dinamis. Investor tampaknya mulai melirik kembali aset berisiko di pasar berkembang, terutama pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan prospek ekspansi bisnis yang jelas. Pergerakan modal asing ini seringkali menjadi indikator penting bagi investor domestik untuk menentukan arah kebijakan investasi mereka dalam jangka pendek hingga menengah.

Menariknya, daftar saham yang diincar asing kali ini didominasi oleh sektor energi dan konsumsi, yang mengindikasikan adanya optimisme terhadap pemulihan daya beli dan stabilitas harga komoditas. Mari kita bedah lebih dalam mengenai dinamika pasar modal terkini dan emiten mana saja yang berhasil mencuri perhatian investor global di tengah penguatan indeks.

Analisis Pergerakan IHSG dan Arus Modal Asing

Dilansir dari investor.id 10/4/26, IHSG pada perdagangan Kamis (9/4/2026) sukses mendarat di zona hijau dengan ditutup menguat 28,38 poin atau setara 0,39% ke level 7.307,5. Penguatan ini terjadi di tengah total nilai transaksi bursa yang mencapai Rp 16,84 triliun, mencerminkan likuiditas pasar yang masih cukup tebal.

Kontradiksi Pasar Reguler dan Negosiasi

Secara akumulatif, investor asing sebenarnya mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 1,74 triliun di seluruh pasar. Tekanan jual paling besar terjadi di pasar reguler yang mencapai Rp 1,77 triliun. Namun, data menunjukkan adanya aliran dana masuk melalui pasar negosiasi dan tunai dengan catatan beli bersih (net buy) sebesar Rp 27,81 miliar. Kondisi ini seringkali menandakan adanya transaksi strategis atau "crossing" saham dalam volume besar yang dilakukan investor institusi.

Statistik Perdagangan Kamis 9 April

Data perdagangan menunjukkan dinamika yang cukup kontras antara pergerakan indeks dan jumlah saham yang menguat:

  • Saham Menguat: 296 emiten

  • Saham Melemah: 389 emiten

  • Saham Stagnan: 273 emiten

  • Volume Perdagangan: 26,8 miliar saham

  • Frekuensi Transaksi: 2,2 juta kali

Daftar Saham Favorit Investor Asing

Meskipun secara total asing melakukan net sell, terdapat beberapa saham yang justru "dikejar" dan mencatatkan nilai pembelian yang signifikan. Sektor energi, khususnya yang berkaitan dengan grup besar, masih mendominasi posisi puncak.

Dominasi CUAN dan Sektor Komoditas

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin klasemen sebagai saham yang paling banyak diborong asing. Nilai pembelian bersih pada saham ini menembus angka Rp 82,93 miliar. Posisi ini disusul oleh emiten unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Berikut adalah daftar lengkap 10 saham dengan net buy asing terbesar:

Peringkat Kode Saham Nama Emiten Nilai Net Buy (Rupiah)
1 CUAN PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk 82,93 Miliar
2 CPIN PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 37,25 Miliar
3 TPIA PT Chandra Asri Pacific Tbk 22,45 Miliar
4 ESSA PT ESSA Industries Indonesia Tbk 22,11 Miliar
5 ITMG PT Indo Tambangraya Megah Tbk 21,27 Miliar
6 AADI PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 20,57 Miliar
7 MAPI PT Mitra Adiperkasa Tbk 19,69 Miliar
8 TAPG PT Triputra Agro Persada Tbk 19,68 Miliar
9 TLKM PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 19,02 Miliar
10 ADMR PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk 18,29 Miliar

Recommended