PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) membukukan perolehan premi sebesar Rp1,16 triliun hingga akhir Maret 2026, yang menandai pertumbuhan sebesar 10 persen secara tahunan (yoy). Pencapaian pada kuartal pertama tahun ini secara signifikan didorong oleh lini asuransi umum yang melonjak hingga 44 persen.
Kenaikan premi tersebut turut mengerek laba bersih perusahaan yang tercatat meningkat drastis sebesar 77 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dilansir dari Medcom, momentum positif ini diklaim tetap terjaga berkat kedisiplinan perusahaan dalam mengelola risiko bisnis.
Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menjelaskan bahwa perusahaan fokus pada kualitas pertumbuhan. Penegasan mengenai keseimbangan antara perluasan pasar dan penerapan manajemen risiko secara ketat menjadi prioritas utama dalam operasional perusahaan.
"Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas. Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko," ujar Mahelan, sebagaimana dikutip dari Medcom.
Askrindo melakukan penguatan tata kelola dan efisiensi operasional guna menyokong performa keuangan tersebut. Pemanfaatan data dan teknologi kini diintegrasikan ke dalam proses underwriting untuk memitigasi risiko dari hulu hingga ke tahap pengelolaan klaim serta recovery.
Dalam sektor pembiayaan produktif, Askrindo mencatat akumulasi nilai pertanggungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp810,3 triliun sejak tahun 2007 hingga triwulan I-2026. Program penjaminan ini telah menjangkau lebih dari 36,8 juta debitur dari kalangan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Salah satu penerima manfaat dukungan ini adalah Seno Sudono, pengusaha mebel jati asal Semarang sekaligus mantan atlet balap sepeda nasional. Meskipun sempat menghadapi penurunan pesanan pasca-pandemi, usaha yang mempekerjakan delapan orang tersebut kini tetap beroperasi dengan omzet rutin sekitar Rp30 juta per bulan.
Dukungan penjaminan kredit bagi pelaku usaha seperti Seno merupakan bagian dari strategi Askrindo untuk memperluas akses pembiayaan. Hingga saat ini, perusahaan terus mengoptimalkan peran dalam meningkatkan inklusi keuangan nasional melalui berbagai skema penjaminan kredit usaha.