PT Astra International Tbk (ASII) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp390 per saham atau total mencapai Rp15,6 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah meninjau laba bersih konsolidasian perseroan sepanjang tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp32,76 triliun. Dilansir dari Detik Finance, nilai total dividen yang dibagikan setara dengan hampir separuh dari total laba bersih tersebut.
Alokasi dividen tahunan ini sudah mencakup dividen interim sebesar Rp98 per saham atau senilai Rp3,96 triliun yang telah disetorkan kepada pemegang saham pada 31 Oktober 2025. Dengan demikian, emiten berkode saham ASII ini akan membayarkan sisa dividen sebesar Rp292 per saham.
"Sebesar sekitar Rp 15,7 triliun atau Rp 390 setiap saham dibagikan sebagai dividen tunai termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 98 setiap saham," ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, dalam konferensi pers di Catur Dharma Hall.
Manajemen menjadwalkan pembayaran sisa dividen tunai pada 25 Mei 2026. Hak pembayaran akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan data keuangan tahun 2025, perolehan laba bersih Astra sebesar Rp32,77 triliun mengalami penurunan tipis jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp33,90 triliun. Meski demikian, pendapatan bersih konsolidasian perseroan masih mampu menyentuh angka Rp323,4 triliun.
Kinerja keuangan perseroan hingga 31 Desember 2025 juga mencatatkan pertumbuhan pada nilai aset bersih per saham. Posisi tersebut dilaporkan naik sebesar 8 persen menjadi Rp5.692 dibandingkan periode tahun sebelumnya.