Astra Perkuat Strategi Bisnis dan Fondasi Perusahaan

PT Astra International Tbk memperkuat strategi bisnis dan fondasi perusahaan dalam menyambut tujuh dekade perjalanannya.

PT Astra International Tbk terus memperkuat strategi bisnis dan fondasi perusahaan dalam rangka menyambut perjalanan tujuh dekade. Menurut Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, kekuatan Astra terletak pada kinerja bisnis, nilai-nilai, serta sumber daya manusia yang dijaga secara konsisten.

Djony menjelaskan bahwa perjalanan panjang Astra dibangun di atas filosofi yang kuat, yang diwariskan oleh para pendiri dan terus dijaga hingga saat ini.

"Perjalanan Astra selama hampir tujuh dekade dibangun di atas suatu filosofi yang kuat. Astra ingin menjadi pohon rindang – menjadi sebuah perusahaan yang tidak hanya tumbuh kuat, tetapi juga mampu menaungi dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Berlandaskan nilai-nilai Catur Dharma, yang diwariskan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya, filosofi tersebut kemudian menjadi bagian dari cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa, yang hingga hari ini tetap menjadi arah perjalanan perusahaan," ujar Djony dalam wawancara bersama Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto, Selasa (17/3/2026).

Nilai Catur Dharma menjadi landasan dalam menentukan strategi perusahaan, yang kemudian diwujudkan melalui 3P Roadmap, yaitu Portfolio, People, dan Public Contribution. Kerangka ini menyeimbangkan kinerja bisnis dan keberlanjutan jangka panjang.

Selain itu, Astra juga menempatkan sumber daya manusia sebagai kekuatan utama dalam menjaga kesinambungan perusahaan dari generasi ke generasi.

"People menjadi kekuatan Grup Astra. Kalau bicara people, perjalanan ini tidak akan pernah selesai. Kita harus terus mencari dan mengembangkan talenta-talenta baru dan kita persiapkan pemimpin-pemimpin baru yang memiliki kemampuan yang baik dan juga memiliki hati yang baik, karakter yang baik, serta loyal terhadap organisasi," jelasnya.

Dari sisi bisnis, Astra mencatat kinerja solid dalam enam tahun terakhir, meskipun menghadapi tantangan seperti pandemi COVID-19 dan dinamika ekonomi global. Laba bersih Astra meningkat dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025.

Ketangguhan ini didukung oleh diversifikasi portofolio bisnis yang mencakup tujuh lini utama, yaitu otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur, teknologi informasi, serta properti, dengan ratusan entitas anak usaha dan dukungan lebih dari 190 ribu karyawan.

"Selama enam tahun terakhir, Astra telah melalui berbagai dinamika, perubahan dan tantangan global dan domestik. Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 secara signifikan mendisrupsi perekonomian global maupun domestik dan mengubah lanskap bisnis secara keseluruhan. Dalam periode tersebut, hampir seluruh unit bisnis Grup Astra mengalami penurunan, ditambah dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan kami," ungkapnya.

Untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang, Astra terus memperkuat portofolio bisnis melalui ekspansi terukur, baik pada lini usaha yang sudah ada maupun sektor baru, seperti pengembangan bisnis mobil bekas, pembiayaan multiguna, hingga eksplorasi peluang di sektor kesehatan dan mineral non-batubara.

"Di Astra, visi kami adalah untuk berkembang menjadi lebih baik. Kinerja yang baik dan solid dari seluruh bisnis tidaklah cukup. Kinerja yang ada harus bertumbuh kembang. Untuk itu kita membutuhkan tumpuan baru ke depan melalui ekspansi ke bisnis yang berkaitan dengan bisnis Astra, memperlebar cakupan dari bisnis Astra dengan cermat dengan prinsip kehati-hatian di sektor-sektor baru yang selama ini belum menjadi bidang yang digeluti oleh Grup Astra," paparnya.

Langkah ini dilakukan dengan tetap mengedepankan disiplin dalam alokasi modal serta memperkuat ketahanan portofolio di tengah dinamika pasar.

Di sisi lain, Astra juga menegaskan komitmennya dalam memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sebagai bagian dari perannya sebagai kebanggaan bangsa (Pride of the Nation). Kontribusi ini diwujudkan melalui berbagai program, seperti Desa Sejahtera Astra yang berfokus pada bidang kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan, yang telah menjangkau lebih dari 1.533 desa di 35 provinsi.

Selain itu, Astra juga menginisiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Awards yang telah menjaring 792 pemuda inspiratif dari seluruh Indonesia, serta program Nurani Astra yang berfokus pada bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.

Djony menekankan bahwa seluruh kontribusi tersebut merupakan bagian dari tujuan besar Astra untuk terus memberikan manfaat bagi bangsa.

"Selama 69 tahun perjalanan Astra, setiap langkah yang ditempuh selalu bermuara pada gagasan sederhana pendiri Astra, William Soeryadjaya, yaitu menjadikan Astra sebagai pohon rindang, yang tidak hanya tumbuh kuat, tetapi juga mampu menaungi dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Astra harus tetap menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara," tuturnya.

Astra menilai fondasi yang telah dibangun selama puluhan tahun akan menjadi modal utama untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.

"Perusahaan yang besar tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan melewati banyak rintangan di setiap waktu, diperkuat oleh pengalaman dari setiap tantangan. Melalui proses tersebut, Astra terus mempertajam nilai-nilai inti yang menjadi fondasi Astra agar tetap relevan dan mampu menjawab perubahan zaman," tutupnya.

Recommended