Tim basket putri Universitas Kristen Maranatha dan tim putra Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) berhasil melaju ke babak final Campus League 2026 Regional Bandung. Kepastian tersebut didapatkan setelah kedua tim memenangi laga semifinal sengit di Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Kamis (21/5/2026), dilansir dari Bola.
Turnamen regional Bandung ini menjadi seri keempat dari kompetisi yang diikuti oleh 13 perguruan tinggi di Jawa Barat. Sektor putra diikuti 12 tim yang terbagi dalam empat grup, sedangkan sektor putri melibatkan tujuh tim dalam dua grup dengan format setengah kompetisi.
Pada semifinal putri, Universitas Kristen Maranatha tampil dominan mengalahkan Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan skor akhir 64-36. Hasil ini membawa tim asuhan Arif Gunarto melangkah ke partai puncak untuk menghadapi Universitas Parahyangan.
Pelatih tim putri Universitas Kristen Maranatha, Arif Gunarto, mengapresiasi kerja keras skuadnya yang mayoritas minim pengalaman turnamen besar.
"Walaupun kami hanya memiliki lima pemain inti yang berpengalaman, mereka berjuang mati-matian untuk menang melawan Unpad yang juga tampil tangguh," ujar Arif Gunarto, Pelatih Universitas Kristen Maranatha.
Arif Gunarto menambahkan bahwa fokus utama menjelang laga final adalah mengembalikan kebugaran anak asuhnya.
"Untuk final, anak-anak harus recovery, menjaga kondisi fisik dan mental, serta tetap fokus. Saya selalu menanamkan bahwa setiap pertandingan adalah final," kata Arif Gunarto, Pelatih Universitas Kristen Maranatha.
Pemain putri Maranatha, Berlian Yesi Triutari, membenarkan intensitas tinggi laga semifinal yang menguras fisik tersebut.
"Sebelum buzz kuarter akhir berbunyi, kami harus terus berjuang dan jangan pernah merasa lelah. Kami juga harus tetap enjoy saat bermain," kata Berlian Yesi Triutari, Pemain Universitas Kristen Maranatha.
Berlian yang merupakan penggawa timnas basket 3×3 Indonesia di Asian Beach Games 2026 itu mengingatkan pentingnya aspek komunikasi tim.
"Kuncinya harus kompak, saling menyemangati, dan menjaga komunikasi baik di dalam maupun luar lapangan," tutur Berlian Yesi Triutari, Pemain Universitas Kristen Maranatha.
Sementara itu, tim putra ITHB sukses membungkam Universitas Widyatama dengan skor telak 73-45. Meski menang besar, performa tim dinilai masih menyisakan evaluasi pada sektor pertahanan.
Pelatih ITHB, Ricky Gunawan, menyebut strategi bertahan timnya sempat goyah pada kuarter kedua akibat perubahan taktik lawan.
"Di kuarter awal, defense kami sudah rapi, tetapi masuk kuarter kedua Widyatama melakukan adjustment defense yang cukup menyulitkan kami," ungkap Ricky Gunawan, Pelatih ITHB.
Skuad ITHB sempat kehilangan konsentrasi sebelum akhirnya mampu mematangkan skema serangan balik untuk memperlebar keunggulan angka.
"Butuh waktu cukup lama agar anak-anak bisa melakukan counter attack sampai akhirnya unggul cukup jauh," katanya Ricky Gunawan, Pelatih ITHB.
Kapten tim ITHB, Muhammad Raisha, menyambut positif keberhasilan timnya mengunci tiket babak final. Pemain bernomor punggung 11 yang mencetak triple-double ini menilai kesolidan antarpemain menjadi pembeda.
"Kami sudah berlatih bersama dan membangun kepercayaan satu sama lain. Dalam basket, yang terpenting adalah bermain kooperatif dan kompak," imbuh Muhammad Raisha, Kapten ITHB.
Pada partai final yang berlangsung Jumat (22/5/2026) sore, ITHB akan berhadapan dengan tim putra Universitas Kristen Maranatha yang lolos usai menggilas UPI 98-38. Juara dan runner-up seri ini otomatis melaju ke babak The National pada 6-13 Juni 2026.