Awan Iridesensi Berwarna Warni Muncul di Langit Bogor

Fenomena awan iridesensi yang memancarkan gradasi warna pelangi muncul di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (1/5/2026).

Warga di wilayah Jonggol, Sentul, hingga Cileungsi menyaksikan fenomena awan iridesensi yang memancarkan gradasi warna seperti pelangi di langit Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (1/5/2026). Peristiwa optik atmosfer tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 menit sebelum wilayah tersebut diguyur hujan.

Keindahan langit yang menampilkan warna merah muda, hijau, biru, hingga ungu ini menjadi perbincangan luas di media sosial setelah warga mengabadikan momen tersebut melalui video dan foto. Dilansir dari Detik iNET, fenomena ini dikenal secara ilmiah sebagai awan iridesensi (cloud iridescence).

Badan antariksa NASA menjelaskan bahwa iridesensi merupakan hasil dari proses difraksi cahaya matahari. Kondisi ini terjadi saat sinar matahari melewati partikel-partikel sangat kecil di dalam awan yang kemudian membelokkan cahaya dan memecahnya menjadi spektrum warna.

Menurut pakar meteorologi dari World Meteorological Organization, kunci utama terbentuknya fenomena ini adalah keberadaan tetesan air atau kristal es berukuran seragam antara 1 hingga 10 mikron. Partikel-partikel tersebut biasanya ditemukan pada jenis awan tipis seperti cirrus atau altocumulus yang berada di ketinggian menengah hingga tinggi.

Peneliti atmosfer dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyatakan bahwa posisi matahari pada sudut rendah, seperti saat pagi atau sore hari, sangat mendukung terjadinya difraksi cahaya yang optimal. Hal ini membuat warna-warna tersebut lebih mudah diamati di tepi awan atau area yang dekat dengan posisi matahari.

"Warna-warna tersebut sering terlihat di tepi awan atau di dekat posisi matahari, sehingga pengamatan harus dilakukan dengan hati-hati," demikian penjelasan ilmiah yang dirilis NOAA.

Meskipun tampilannya terlihat dramatis, para ahli menegaskan bahwa awan iridesensi tidak berbahaya dan tidak terkait dengan fenomena supranatural. Efek warna ini serupa dengan pantulan pada permukaan kepingan CD atau lapisan minyak di atas air yang murni merupakan proses fisika.

Para peneliti juga menambahkan bahwa kemunculan awan ini sering kali bertepatan dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil, yang memicu pembentukan awan tipis sebelum terjadinya hujan. Masyarakat diimbau untuk tidak menatap langsung ke arah matahari saat mengamati fenomena ini guna menghindari risiko kerusakan pada retina mata.

Recommended