Indonesia Bangun Tempat Penyimpanan Minyak Mentah untuk Ketahanan Energi

Indonesia akan membangun tempat penyimpanan minyak mentah untuk meningkatkan ketahanan energi hingga tiga bulan.

Indonesia berencana membangun tempat penyimpanan (storage) minyak mentah sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Fasilitas ini nantinya diharapkan mampu menampung cadangan minyak hingga tiga bulan, sesuai dengan standar internasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini adalah sebuah keharusan. Saat ini, kapasitas penyimpanan minyak mentah Indonesia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 23 hari.

Bahlil melaporkan rencana ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Investasi untuk proyek ini disebut sudah ada, dengan investor yang siap terlibat.

"Ya investasinya sudah ada, investornya sudah ada," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu malam (4/3/2026).

Investasi ini berasal dari kombinasi pendanaan dalam dan luar negeri, namun tidak melibatkan Amerika Serikat (AS). Lokasi pembangunan belum diumumkan secara pasti, tetapi sebelumnya Bahlil menyebutkan Sumatera sebagai salah satu kandidat. Kementerian ESDM saat ini tengah menyusun studi kelayakan (FS) sebelum memasuki tahap konstruksi.

Pembangunan storage ini ditargetkan untuk dimulai pada tahun 2026. "Ditargetkan di tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan. Jangan tanya saya bulan apa ya, lokasinya di daerah Sumatera. Sumatera nya pun jangan tanya saya di kabupaten apa," kata Bahlil.

Bahlil juga menjelaskan bahwa proyek storage ini berbeda dengan proyek kilang 1 juta barel yang telah dibicarakan sebelumnya. "Storage dulu, yang lain-lainnya kita bicarakan. Kalau minyak jadi, selama ada crude nya, sekarang kan pabriknya kita lagi dorong," kata Bahlil.

Recommended